Parepare, katasulsel.com — Suasana Auditorium BJ Habibie, Jumat (19/6/2026), mendadak jadi pusat perhatian bukan hanya karena lomba yang digelar, tetapi juga karena pesan yang disampaikan Ketua TP PKK Kota Parepare, dr. Andi Arfiah Tasming, yang dinilai menyentuh hal paling mendasar dalam kehidupan keluarga: soal makan dan masa depan.
Kegiatan Lomba B2SA (Beragam, Bergizi, Seimbang, dan Aman) tingkat Kota Parepare itu memang awalnya terlihat seperti agenda rutin. Namun di baliknya, tersimpan pesan yang lebih dalam tentang arah perubahan pola konsumsi masyarakat.
Didampingi Sekretaris TP PKK Kota Parepare, Ananda Febriani G. Usbal, serta jajaran pengurus lainnya, Andi Arfiah menegaskan bahwa lomba ini bukan sekadar ajang adu kreasi menu.
Ia menyebut, yang sedang dibangun bukan hanya makanan di atas piring, tetapi kesadaran baru di dalam keluarga.
Menurutnya, masyarakat perlu mulai bergeser dari sekadar memilih makanan yang mengenyangkan, menjadi makanan yang benar-benar bergizi, seimbang, dan aman dikonsumsi setiap hari.
Pernyataan ini langsung menarik perhatian peserta dan tamu undangan, karena dikemas dalam pesan sederhana namun mengarah pada isu yang lebih luas: ketahanan pangan keluarga dan pemanfaatan bahan pangan lokal.
“Melalui kegiatan ini, kita ingin mendorong pemanfaatan pangan lokal yang sehat, bernilai gizi tinggi, dan mudah dijangkau oleh keluarga,” menjadi salah satu pesan kunci yang kembali ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Di tengah lomba yang menampilkan berbagai inovasi menu, PKK Parepare ingin menunjukkan bahwa dapur rumah tangga bisa menjadi ruang perubahan besar—mulai dari kesehatan hingga ekonomi keluarga.
Lomba ini juga diharapkan melahirkan kreativitas baru dalam mengolah bahan pangan lokal agar lebih menarik, praktis, dan bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
Di akhir kegiatan, muncul satu kesan yang sama di kalangan peserta: bahwa Lomba B2SA bukan hanya soal juara, tetapi tentang bagaimana keluarga Parepare bisa hidup lebih sehat dari meja makan mereka sendiri.(tan)
