Sidrap, Katasulsel.com โ€” Target produksi padi 10 ton per hektare terdengar menjanjikan. Namun, sebelum gabah memenuhi lumbung, ada pekerjaan yang tak kalah menentukan: memastikan air benar-benar sampai ke sawah petani.

Inilah pekerjaan yang kini menjadi perhatian Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sulawesi Selatan, menjelang musim tanam Desember 2026 hingga Maret 2027.

Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, tidak ingin persiapan musim tanam hanya berhenti pada rencana. Titik-titik jaringan irigasi yang membutuhkan pembenahan harus diidentifikasi lebih awal agar persoalan pengairan bisa ditangani sebelum mengganggu pertumbuhan tanaman.

Hal tersebut dibahas dalam Rapat Pleno dan Rapat Koordinasi Komisi Irigasi Kabupaten Sidrap Tahun 2026 di Aula Saromase, Rabu (28/10/2026).

Rapat itu melibatkan perwakilan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pompengan Jeneberang, jajaran organisasi perangkat daerah, camat, kepala UPTD pengairan, penyuluh pertanian, kelompok tani, dan pemangku kepentingan lainnya.

Bagi Sidrap, persoalan air bukan sekadar urusan saluran. Ketersediaannya berkaitan langsung dengan kesiapan petani menanam, pengaturan jadwal tanam, hingga upaya meningkatkan produktivitas di tengah tantangan perubahan cuaca.

โ€œUntuk musim tanam Desember, Januari, Februari, Maret kita kejar bagus dan kita harus ikhlas, kita naik kelas. Bukan enam ton, tetapi target kita 10 ton per hektare di semua hamparan sawah kita,โ€ tegas Syaharuddin.

Menaikkan produktivitas dari enam ton menjadi target 10 ton per hektare bukan pekerjaan ringan. Hasil panen dipengaruhi banyak faktor, mulai dari kualitas benih, kesuburan tanah, pemupukan, pengendalian hama, hingga ketersediaan air pada fase penting pertumbuhan padi.

Karena itu, kesiapan irigasi menjadi salah satu fondasi yang perlu diperhatikan.

Saluran yang bermasalah berpotensi menghambat distribusi air. Sebaliknya, pengairan yang terkelola dengan baik membantu petani menyesuaikan kebutuhan air dengan kondisi tanaman dan jadwal tanam.

Syaharuddin meminta seluruh pihak memetakan titik jaringan yang perlu dibenahi. Langkah ini penting agar kebutuhan penanganan diketahui sejak awal, bukan setelah petani menghadapi kesulitan di lapangan.

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru