Sidrap, katasulsel.com β Pemuda Sidrap tak ingin sekadar menjadi penonton pembangunan. Mereka ingin ikut menentukan arah, menyampaikan persoalan, sekaligus menawarkan jalan keluar.
Semangat itu mengemuka dalam Tudang Sipulung Kebangsaan: Forum Dialog Terbuka Pemuda Sidrap 2026 yang digelar Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang di Monumen Ganggawa, Pangkajene, Senin (26/10/2026).
Memperingati Hari Sumpah Pemuda ke-98 tingkat Kabupaten Sidrap, forum ini mempertemukan pemerintah, DPRD, unsur Forkopimda, akademisi, organisasi kepemudaan, mahasiswa, pelajar, insan pers, LSM, dan berbagai komunitas.
Namun, yang menjadi perhatian bukan sekadar banyaknya peserta atau deretan pejabat yang hadir. Lebih dari itu, forum tersebut berupaya membawa suara masyarakat ke ruang pembahasan pembangunan yang lebih konkret.
Tema yang diusung, βMimbar Suara Pemuda: Dari Gagasan Menjadi Gerakan, Dari Aspirasi Menjadi Kebijakan, untuk Sidrap Maju dan Sejahteraβ, menjadi penegasan bahwa dialog semestinya tidak berhenti ketika acara selesai.
Ketua Panitia, Muhammad Rizal, mengatakan Tudang Sipulung Kebangsaan dirancang sebagai jembatan antara aspirasi masyarakat, gagasan pemuda, dan pengambil kebijakan.
Menurut dia, pembangunan daerah membutuhkan keterlibatan banyak pihak. Pemuda tidak cukup hanya menjadi penerima manfaat, tetapi juga harus berani mengambil peran dalam merumuskan solusi.
βPembangunan tidak bisa dikerjakan sendiri. Kita membutuhkan partisipasi dan kolaborasi semua pihak agar aspirasi masyarakat menjadi solusi dan gagasan pemuda berpeluang diwujudkan dalam aksi nyata,β ujarnya.
Pembahasan dalam forum tersebut menyentuh sejumlah persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat Sidrap.
Mulai dari pembinaan olahraga menghadapi Porprov, pelestarian budaya lokal, penguatan literasi, penanganan Anak Tidak Sekolah (ATS), hingga hilirisasi pertanian dan pengembangan kewirausahaan.
Persoalan kesempatan kerja, pemberdayaan pemuda, penguatan UMKM, kemiskinan, dan masalah sosial juga menjadi bagian dari aspirasi yang mengemuka.
Isu pertanian menjadi salah satu topik yang relevan bagi Sidrap, daerah yang dikenal dengan aktivitas pertanian dan produksi berasnya. Tantangannya bukan hanya mempertahankan produktivitas, tetapi juga memperluas nilai tambah hasil pertanian agar manfaat ekonominya dirasakan lebih luas.
Di sisi lain, kebutuhan lapangan kerja dan ruang berwirausaha menjadi pekerjaan penting agar pemuda memiliki kesempatan membangun masa depan di daerahnya sendiri.
