Sidrap, Katasulsel.com — Nilai rapor penting. Tetapi, apakah anak yang pintar di kelas otomatis berani berbicara di depan umum? Apakah mereka sudah siap memimpin, berkreasi, bahkan merintis usaha sendiri?

Pertanyaan semacam itulah yang membuat kerja sama Karang Taruna Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dengan Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Sidrap menjadi menarik. Keduanya ingin membuka ruang lebih luas bagi peserta didik untuk mengasah kemampuan yang tidak cukup dipelajari dari buku pelajaran.

Kesepakatan itu ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman atau Memorandum of Understanding (MoU) dalam kegiatan Open House SRT 01 Sidrap, Sabtu (17/10/2026).

Ketua Karang Taruna Sidrap, Dr. Abdul Jabbar, S.I.P., M.Si., menandatangani kesepakatan bersama Kepala Sekolah jenjang SD/SMP, Budiman, S.Pd., M.Pd., dan Kepala Sekolah jenjang SMA, Ridwan, S.S., M.Pd. Kegiatan tersebut disaksikan Kepala Dinas Sosial Sidrap, Wahida Alwi.

Namun, yang paling penting bukan sekadar penandatanganan dokumen. Tantangan sebenarnya justru dimulai setelah acara selesai: bagaimana kesepakatan itu berubah menjadi kegiatan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa.

Dari berani bicara hingga belajar berwirausaha

Karang Taruna Sidrap menyiapkan sejumlah program untuk mendukung pengembangan potensi peserta didik. Di antaranya pelatihan public speaking, kepemimpinan, kreativitas, desain grafis, kewirausahaan, serta berbagai keterampilan praktis lainnya.

Kemampuan berbicara, misalnya, bukan hanya soal berdiri di depan kelas. Anak-anak juga perlu belajar menyampaikan gagasan, mengemukakan pendapat dengan baik, dan membangun kepercayaan diri.

Begitu pula dengan kepemimpinan. Kesempatan belajar bekerja sama, mengambil tanggung jawab, dan menyelesaikan persoalan bisa menjadi bekal penting ketika mereka menghadapi kehidupan di luar sekolah.

Sementara keterampilan desain grafis dan kewirausahaan dapat membuka wawasan tentang peluang berkarya maupun membangun usaha sejak dini.

Tentu saja, program-program tersebut membutuhkan pendampingan dan pelaksanaan yang terarah agar tidak berhenti sebagai daftar rencana.

“Kami ingin Karang Taruna hadir memberikan manfaat nyata bagi peserta didik di Sekolah Rakyat Terintegrasi 01 Sidrap. Kami yakin, setiap anak memiliki potensi yang perlu diberi ruang, didampingi, dan dikembangkan agar tumbuh menjadi generasi yang berkarakter, percaya diri, mandiri, dan terampil,” ungkap Abdul Jabbar.

Pernyataan itu menegaskan arah kolaborasi: anak-anak tidak hanya didorong untuk mengetahui sesuatu, tetapi juga diberi kesempatan belajar melakukan sesuatu.

Pendidikan bukan pekerjaan sekolah sendirian

Kepala Dinas Sosial Sidrap, Wahida Alwi, mengapresiasi kerja sama tersebut. Menurutnya, sinergi antara organisasi kepemudaan dan lembaga pendidikan dapat mendukung pengembangan potensi peserta didik sekaligus memperkuat pemberdayaan sosial.

Kolaborasi seperti ini membuka peluang bagi berbagai pihak untuk ikut mengambil bagian dalam proses tumbuh kembang anak. Sekolah tetap menjadi tempat utama pembelajaran, sementara organisasi kepemudaan dapat membantu memperluas pengalaman, pendampingan, dan kegiatan pengembangan kapasitas.

Di sinilah Karang Taruna berupaya mengambil peran lebih luas. Tidak hanya terlibat dalam kegiatan sosial kemasyarakatan, tetapi juga menjadi mitra dalam menyiapkan generasi muda yang memiliki keterampilan dan kepedulian terhadap lingkungan sekitarnya.

Bagi SRT 01 Sidrap, kerja sama ini diharapkan menghadirkan kegiatan yang terencana dan berkelanjutan, sehingga peserta didik memiliki lebih banyak kesempatan mengenali kekuatan diri serta mengembangkan minat dan bakat.

Sebab, setiap anak memiliki potensi yang berbeda. Ada yang pandai berbicara, ada yang kreatif menghasilkan karya, ada yang memiliki jiwa kepemimpinan, dan ada pula yang kelak menemukan jalannya melalui dunia usaha.

Potensi itu tidak selalu tumbuh dengan sendirinya. Ia membutuhkan kesempatan, latihan, pendampingan, dan lingkungan yang mendukung.

Kerja sama Karang Taruna Sidrap dan SRT 01 Sidrap kini membuka pintu ke arah tersebut. Ukuran keberhasilannya kelak bukan seberapa meriah MoU ditandatangani, melainkan seberapa banyak anak yang mendapat kesempatan belajar, bertambah percaya diri, dan memiliki keterampilan baru.

Karena sekolah seharusnya bukan hanya tempat anak belajar menjawab soal. Sekolah juga perlu menjadi tempat mereka menemukan kemampuan yang kelak berguna dalam kehidupan. (*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru