Menurutnya, IPMALUTIM tidak boleh hanya terjebak dalam rutinitas seremonial organisasi, tetapi harus hadir sebagai kekuatan sosial yang mampu menjawab berbagai persoalan masyarakat.
“IPMALUTIM harus menjadi rumah besar yang mampu menyatukan gagasan, semangat, dan kerja kolektif demi menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah. Organisasi ini tidak boleh kehilangan arah perjuangannya sebagai ruang kaderisasi dan pergerakan,” ujar Andika, Sabtu (17/5/2026).
Ia menilai mahasiswa memiliki tanggung jawab moral untuk menjaga nilai solidaritas, integritas, dan keberpihakan terhadap kepentingan rakyat, khususnya dalam mengawal pembangunan daerah.
Lebih lanjut, Andika menyebut arah kepemimpinannya akan difokuskan pada penguatan budaya intelektual, konsolidasi kader, pengabdian masyarakat, serta membangun kolaborasi lintas sektor.
Menurutnya, semangat kolektif menjadi fondasi penting dalam menciptakan organisasi yang harmonis, solid, dan progresif demi memberikan dampak lebih luas bagi Kabupaten Luwu Timur. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Makassar Hari Ini .
