Makassar, katasulsel.com – Suasana jelang Konferensi PWI Sulawesi Selatan mulai terasa berbeda. Bukan lagi sekadar soal siapa menang dan siapa kalah, tapi sudah bergeser jadi cerita tentang “arah baru” organisasi wartawan di daerah ini.

Di tengah dinamika itu, muncul satu pasangan yang langsung mencuri perhatian: Ir. Suwardi Tahir berduet dengan Dr. H.M. Dahlan Abubakar, sosok senior yang di kalangan jurnalis kerap disebut sebagai “begawan pers” Sulsel.

Bagi sebagian orang, kehadiran Dahlan bukan sekadar tambahan nama di bursa pencalonan. Tapi lebih mirip sinyal keras: ada niat serius untuk membenahi rumah besar PWI Sulsel dari dalam.

Dahlan datang ke sekretariat pendaftaran pada Jumat (15/5/2026) sore dengan cara yang jauh dari riuh. Tanpa rombongan besar, tanpa panggung, tanpa euforia. Hanya langkah tenang seorang senior yang sudah kenyang asam garam dunia pers.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Di situ, ia resmi didaftarkan sebagai calon Ketua Dewan Kehormatan PWI Sulsel dalam barisan Suwardi Tahir. Momen itu disambut panitia penjaringan dengan suasana yang lebih hangat daripada ramai—seolah semua paham, yang datang bukan figur biasa.

Di balik langkah senyap itu, terselip pesan yang cukup tegas. Dahlan menyebut keterlibatannya bukan soal jabatan, apalagi ambisi. Tapi soal tanggung jawab moral terhadap organisasi yang menurutnya perlu “dibangunkan lagi dari tidur panjangnya”.

Ia bahkan menyebut kondisi PWI Sulsel saat ini sudah berada di titik yang tidak bisa lagi dianggap biasa-biasa saja. Istilahnya, sudah masuk fase yang butuh pembenahan serius, bukan tambal sulam.

“Kalau bukan sekarang dibenahi, kapan lagi,” begitu kira-kira pesan yang mengalir dari sikapnya.

Sementara itu, pasangan Suwardi–Dahlan ini mulai dipersepsikan sebagai kombinasi yang unik: satu figur aktif yang bergerak di kontestasi, satu lagi figur senior yang membawa pengalaman panjang lintas era pers Sulsel.

Di kalangan internal, duet ini mulai dibaca sebagai simbol “balik ke akar”—mengembalikan PWI ke marwah awalnya sebagai organisasi profesi, bukan sekadar ruang kepentingan.

Isu yang ikut mengiringi tentu tak ringan: mulai dari soal regenerasi, integritas organisasi, hingga bayang-bayang praktik lama yang disebut masih membekas. Di titik ini, nama Dahlan sering muncul sebagai representasi “ingatan panjang” organisasi—orang yang tahu masa lalu, sekaligus tahu apa yang pernah melenceng di dalamnya.

Di luar semua itu, suasana bursa PWI Sulsel kini mulai terasa panas pelan tapi pasti. Bukan panas yang meledak-ledak, tapi panas yang diam-diam mengumpulkan energi.

Dan di tengah riuh rendah itu, langkah senyap Dahlan Abubakar bersama Suwardi Tahir seperti memberi satu pesan sederhana: bahwa perubahan kadang tidak datang dengan teriakan, tapi dengan orang-orang yang sudah selesai dengan kepentingan pribadi.

Daftar Riwayat Hidup

Data Pribadi :
Nama Lengkap : Dr. H. M. Dahlan Abubakar, M.Hum.
Tempat/Tgl. Lahir : Bima, 12 Januari 1952.
Agama : Islam.
Nama Ayah Kandung : H. Abubakar. H. Yakub.
Nama Ibu Kandung : Hj. Hafsah H.Abidin.
Nama Istri : Hj. Hana Abubakar, AMK
Jumlah Anak : 2 Orang.
Nama Anak : Haryadi, S.Sos, dan Haryati, SE.
Saudara : 9 orang.
Hobby : Menulis, Membaca, dan Olahraga.
Alamat rumah : Jl. Komunikasi II/G-7 Kompleks Unhas Antang, Manggala, Makassar.

Pendidikan Formal

Nama Sekolah, Tempat/Kota, Tahun Lulus

SD : SDN Kanca, Bima, Nusa Tenggara Barat – 1964.
SMP : SMP Tangga, Bima, Nusa Tenggara Barat – 1968.
SMA: SMA Negeri Bima, Bima, Nusa Tenggara Barat – 1971.
Sarjana Muda : Fakultas Sastra Unhas
Ujungpandang Sulawesi Selatan – 1976.
S-1 : Fakultas Sasttra Unhas Ujungpandang, Sulawesi Selatan – 1981.
S-2 : Pascasarjana Unhas Makassar, Sulawesi Selatan – 2001.
S-3 : Pascasarjana Unhas Makassar, Sulawesi Selatan – 2018.

Pengalaman Kerja dan Organisasi

  1. Sekretaris PWI Sulawesi Selatan – 1988 s.d 1993.
  2. Wakil Ketua Bidang Humas KONI Sulsel – 1999 s.d 2003.
  3. Ketua Bidang Humas KONI Sulsel – 2003 s.d 2007.
  4. Ketua Komisi Media KONI Sulsel – 2007 s.d 2011.
  5. Wakil Sekretaris III KONI Sulsel – 2011 s.d 2015.
  6. Wakil Sekretaris II KONI Sulsel – 2017 s.d 2021.
  7. Plt Sekretais Umum KONI Sulsel – 2021 s.d 2022.
  8. Humas Pengurus PSM – 1987 s.d 1991.
  9. Sekretaris SIWO Sulsel – 2002 s.d 2006.
  10. Wartawan Harian Pedoman Rakyat – 1976 s.d 2007.
  11. Pemimpin Redaksi Harian Pedoman Rakyat – 2003 s.d 2005.
  12. Kepala Humas Unhas – 1988 s.d 1998.
  13. Kepala Humas Unhas – 2001 s.d 2012.
  14. Kepala Humas Unhas – 2015 s.d 2017.
  15. Pegawai/Dosen Unhas – 1980 s.d 2017.
  16. Dosen Universitas Muslim Indonesia (UMI) – 1987 s.d 2020.
  17. Dosen Universitas Cokroaminoto Makassar (UCM) – 2021 s.d sekarang.
  18. Wakil Ketua Komisi Pendidikan PWI Pusat – 2022 s.d 2025.
  19. Ketua Yayasan Lembaga Pers Sulsel – 2015 s.d sekarang.
  20. Pemimpin Redaksi Majalah Profiles – 2008 s.d 2015.
  21. Pemimpin Redaksi Indonesia Pos Media Group – 2020 s.d sekarang.
  22. Wartawan & Pembina Koran Kampus Identitas Unhas – 1975 s.d sekarang.

Prestasi dan Penghargaan

  1. Juara I Lomba Karya Tulis Antarmedia – 1989 (Wakili Pedoman Rakyat).
  2. Juara I Lomba Karya Tulis Hemayt Energi Sulsel – 1980.
  3. Juara I Lomba Karya Tulis Antarwartawan Nasional dalam rangka HPN – 1990.
  4. Juara I Lomba Karya Tulis Otonomi Daerah APEKZSI – 2013.
  5. Penghargaan Wartawan Olahraga Kota Makassar – 2022.
  6. Menulis sebanyak 50 judul buku – 1997 s.d sekarang. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 16 Mei 2026 05:30 WIB