Sidrap, Katasulsel.com — Kontestasi Pilkada Sidrap 2024 telah berlalu. Dinamika politik yang sempat menguras energi kini menjadi bagian dari perjalanan politik. Bagi H. Nasyanto Parakkasi, S.E., saatnya menatap ke depan dan menyiapkan langkah baru: membesarkan PDI Perjuangan (PDIP) di Kabupaten Sidenreng Rappang.
Ketua DPC PDIP Sidrap itu menegaskan partainya siap menghadapi Pemilu 2029. Bukan sekadar menjadi peserta, PDIP ingin kembali diperhitungkan dalam peta politik lokal dan merebut kursi di parlemen.
“PDIP siap menghadapi dan menang,” tegas Nasyanto saat diwawancarai, Jumat, 30 Oktober 2026.
Pernyataan itu menjadi sinyal bahwa PDIP Sidrap mulai memanaskan mesin politik menuju kontestasi 2029. Konsolidasi internal, penguatan struktur partai, hingga pendekatan kepada masyarakat menjadi pekerjaan yang harus disiapkan sejak dini.
Nama Nasyanto sendiri bukan sosok baru dalam panggung politik Sidrap. Pada Pilkada 2024, ia maju sebagai calon Wakil Bupati berpasangan dengan H. Mashur. Pengalaman dalam kontestasi tersebut menjadi bagian dari perjalanan politik yang kini ia bawa dalam memimpin partai.
Badai politik telah berlalu. Kini, tantangannya berbeda: bagaimana mengubah pengalaman Pilkada menjadi modal konsolidasi dan kekuatan elektoral bagi PDIP.
Nasyanto juga menyinggung pentingnya kehadiran PDIP di lembaga legislatif, baik DPRD Kabupaten Sidrap maupun DPRD Provinsi Sulawesi Selatan. Menurutnya, partai politik membutuhkan representasi di parlemen agar dapat ikut memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui jalur legislasi, penganggaran, dan pengawasan.
Target itu tentu tidak ringan. Peta politik Sidrap menghadirkan persaingan dengan partai-partai yang memiliki basis dan kekuatan masing-masing, termasuk NasDem, Golkar, dan PSI.
Namun, Nasyanto menegaskan PDIP tidak ingin hanya menjadi penonton dalam kompetisi politik tersebut.
Dalam politik, kemenangan tidak cukup dibangun dengan slogan. Dibutuhkan kerja organisasi, kaderisasi, strategi elektoral, penguatan basis pemilih, serta figur-figur yang mampu merebut kepercayaan masyarakat.
Karena itu, Pemilu 2029 akan menjadi ujian penting bagi kepemimpinan Nasyanto di tubuh PDIP Sidrap. Ia ditantang membuktikan bahwa partainya mampu bangkit, memperluas dukungan, dan kembali memiliki daya tawar dalam percaturan politik daerah.
Pilkada 2024 telah menjadi catatan. Kini, Nasyanto ingin membawa PDIP Sidrap memasuki babak baru.
Badai telah berlalu. Pertarungan berikutnya adalah membesarkan partai dan merebut kepercayaan pemilih pada 2029. (*)
