Brno, katasulsel.com — Nama pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, kembali menjadi perbincangan menjelang Moto3 Grand Prix Ceko 2026 yang berlangsung di Sirkuit Brno, 19-21 Juni.
Bukan tanpa alasan. Setelah delapan seri berjalan, peluang Veda untuk menembus podium kini dinilai lebih terbuka dibanding beberapa balapan sebelumnya.
Pembalap Honda Team Asia itu saat ini berada di posisi keenam klasemen sementara dengan koleksi 71 poin. Jaraknya dengan lima besar juga sangat tipis. Veda hanya terpaut satu poin dari Brian Uriarte yang menempati posisi kelima.
Situasi tersebut membuat setiap lap di Brno memiliki arti penting dalam perebutan posisi papan atas klasemen musim ini.
Yang membuat optimisme publik Indonesia meningkat adalah karakter Sirkuit Brno yang dikenal memiliki kontur naik-turun dengan kombinasi tikungan cepat dan mengalir. Trek seperti ini selama ini dianggap lebih sesuai dengan karakter balap Veda yang agresif saat menjaga kecepatan di sektor flowing corner.
Banyak pengamat menilai Brno bisa menjadi salah satu lintasan terbaik bagi Veda untuk menunjukkan kemampuan sesungguhnya.
Motivasi pembalap asal Indonesia itu juga sedang berada di level tinggi. Setelah gagal memperoleh hasil maksimal pada seri sebelumnya di Balaton Park, Veda disebut fokus melakukan adaptasi lebih cepat sejak sesi latihan bebas agar tidak kehilangan momentum sejak awal akhir pekan balapan.
Meski demikian, jalan menuju podium dipastikan tidak mudah.
Persaingan Moto3 musim ini dikenal sebagai salah satu yang paling ketat dalam beberapa tahun terakhir. Nama-nama seperti Brian Uriarte dan sejumlah pembalap papan atas lainnya masih menjadi ancaman serius dalam perebutan posisi depan.
Di sisi lain, beredar kabar bahwa Honda membawa sejumlah pembaruan teknis pada paket motor yang digunakan tim musim ini. Walaupun belum ada konfirmasi resmi mengenai dampaknya di lintasan, perkembangan tersebut diyakini dapat membantu meningkatkan daya saing Veda dalam pertarungan perebutan podium.
Jika mampu memanfaatkan karakter trek Brno dan menemukan ritme sejak sesi latihan pertama, peluang Veda untuk finis di tiga besar bukan lagi sekadar angan-angan.
Kini perhatian pecinta balap Indonesia tertuju ke Republik Ceko. Sebab akhir pekan ini bisa menjadi momen penting yang menentukan apakah Veda hanya akan bertahan di papan atas klasemen, atau justru mulai menantang para kandidat juara musim 2026.(din)
