Kendari, katasulsel.com — Di saat harga beras terus merangkak naik dan mulai menekan dapur rumah tangga, bantuan itu datang.
Bukan dalam jumlah kecil. Tapi langsung 1.000 karung.
CV Unaaha Bakti Persada bersama Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Sulawesi Tenggara turun langsung membantu masyarakat Kota Kendari.
Ini bukan sekadar program sosial biasa. Ini respons terhadap situasi.
Ketika harga beras di pasaran melonjak, kebutuhan pokok jadi beban. Dan di titik itulah, perusahaan tambang yang beroperasi di Konawe Utara ini memilih hadir.
Bantuan disalurkan dalam bentuk 1.000 karung beras untuk masyarakat yang membutuhkan.
Langsung. Nyata. Terasa.
Humas CV Unaaha Bakti Persada, Muhammad Nur, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan yang pertama.
Sudah rutin.
Sudah menjadi bagian dari komitmen perusahaan terhadap masyarakat.
“Kegiatan seperti ini rutin kami laksanakan. Membantu masyarakat adalah kewajiban kami sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan,” ujarnya, Minggu (22/3/2026).
Ia tidak menampik kondisi ekonomi saat ini memang cukup berat. Apalagi dengan kenaikan harga beras yang cukup signifikan.
Karena itu, bantuan ini diharapkan bisa sedikit meringankan beban masyarakat.
“Semoga bantuan ini bisa membantu, apalagi kondisi ekonomi saat ini sedang tidak mudah,” tambahnya.
Yang menarik, penyaluran bantuan ini tidak hanya menyasar masyarakat Kota Kendari.
Ke depan, perusahaan juga berencana memperluas jangkauan ke wilayah lain, terutama Konawe Utara dan kawasan lingkar tambang.
Artinya, program ini tidak berhenti di satu titik.
Tapi berkelanjutan.
Fokusnya jelas: masyarakat yang membutuhkan.
Kolaborasi dengan Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (PERHAPI) Sultra juga menjadi bagian penting dalam kegiatan ini.
Ketua PERHAPI Sultra, Afdhal, menyampaikan apresiasi atas langkah yang dilakukan CV Unaaha Bakti Persada.
Menurutnya, bantuan seperti ini sangat tepat sasaran, terutama di tengah kondisi harga kebutuhan pokok yang meningkat.
“Saya sangat mengapresiasi bantuan ini. Apalagi ini waktu yang tepat, saat masyarakat sedang menghadapi kenaikan harga beras,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa PERHAPI memiliki peran sebagai penghubung antara dunia industri tambang dan pemerintah, sekaligus mendorong praktik pertambangan yang berkelanjutan dan beretika.
Bukan hanya mengejar keuntungan.
Tapi juga memberi manfaat nyata bagi masyarakat.
Bantuan 1.000 karung beras ini mungkin terlihat sederhana.
Tapi bagi masyarakat yang menerima, dampaknya besar.
Karena di tengah tekanan ekonomi, bantuan seperti ini bukan hanya soal kebutuhan pokok.
Tapi juga soal kepedulian.
Dan di Kendari, kepedulian itu datang tepat waktu. (usman)
