Sidrap, Katasulsel.com – Kamis, 23 April 2026 itu bukan hari biasa bagi Ibu Muna. Di Lingkungan I, Kelurahan Uluale, Kecamatan Watang Pulu, perempuan sederhana itu berdiri dengan mata sembab. Di hadapannya, sebuah rumah layak huni berdiri rapi. Di tangannya, sebentar lagi akan mendarat sebuah kunci yang selama ini hanya hadir dalam doa.

Begitu kunci bantuan Rumah Tinggal Layak Huni (RTLH) diserahkan Bupati Sidenreng Rappang, Syaharuddin Alrif, air mata Ibu Muna runtuh begitu saja. Tak ada yang dibuat-buat. Tangis itu tangis orang kecil yang terlalu lama akrab dengan kesusahan.

Rumah lama yang ditempatinya dulu jauh dari kata nyaman. Jika hujan datang, rasa cemas ikut masuk lewat celah-celah atap. Jika malam tiba, kekhawatiran ikut tidur bersama keluarga.

Kini cerita itu berubah.

Camat Watang Pulu, Mansur, yang mewakili keluarga, menyampaikan terima kasih dengan suara pelan namun penuh makna. Ia tahu betul bagaimana keluarga ini menjalani hari-hari sulit.

“Sekarang, Ibu Muna tidak perlu khawatir lagi saat hujan turun,” katanya. Kalimat sederhana, tapi menampar kenyataan bahwa bagi sebagian orang, hujan bisa terasa seperti ancaman.

Program RTLH ini menjadi bukti bahwa pemerintah tak melulu soal rapat, stempel, dan tumpukan berkas. Kadang pemerintah hadir dalam bentuk semen, bata, seng, dan kepastian hidup yang lebih baik.

Bantuan tersebut merupakan kolaborasi Pemkab Sidrap bersama Baznas Sidrap dalam upaya menekan kemiskinan ekstrem dan menghadirkan rumah sehat bagi warga yang membutuhkan.

Turut hadir Ketua Baznas Sidrap Mustari Sede, unsur Forkopimcam, perwakilan Kapolres Sidrap Kompol Nurdin, para kepala sekolah, serta tokoh masyarakat setempat. Mereka datang bukan sekadar menyaksikan penyerahan kunci, tetapi menyaksikan harapan yang sedang dibuka pintunya.

Bupati Syaharuddin Alrif juga membawa kabar baik. Ia menyebut jumlah sumbangan masyarakat ke Baznas pada 2026 meningkat dibanding tahun sebelumnya. Artinya, makin banyak warga yang ingin berbagi, makin banyak pula pintu-pintu rumah yang bisa diketuk dengan kabar baik.

“Tahun ini jumlah sumbangan ke Baznas meningkat dari 2025 ke 2026. Maka tentu sumbangan itu dikembalikan lagi kepada masyarakat yang membutuhkan melalui berbagai program,” ujarnya.

Ia menjelaskan, program Baznas akan menjangkau 106 desa dan kelurahan. Bukan cuma bedah rumah, tapi juga pendidikan, kesehatan, hingga bantuan modal UMKM.

Di ujung acara, Ibu Muna masih memegang kunci itu erat-erat. Seolah takut semua ini hanya mimpi.

Tapi tidak. Ini nyata.

Dan mulai hari itu, jika hujan turun di Watang Pulu, yang terdengar di rumah Ibu Muna bukan lagi bunyi bocor dari atap, melainkan rasa syukur yang tak putus-putus. (*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita