Soppeng, Katasulsel.com β€” Jumat pagi di Aula SMAN 1 Soppeng, suasananya sedikit berbeda. Tak ada ulangan mendadak. Tak ada pula guru yang mengejar target kurikulum. Yang hadir justru jaksaβ€”membawa pesan yang jauh lebih serius: jangan main-main dengan pergaulan dan narkotika.

Kejaksaan Negeri Soppeng melalui Bidang Intelijen kembali menjalankan program Jaksa Masuk Sekolah (JMS), Jumat (6/2/2026). Tema yang diangkat lugas dan dekat dengan realitas remaja: Kenakalan Remaja dan Dampak Narkotika.

Kegiatan dibuka oleh Wakasek Kesiswaan SMAN 1 Soppeng, Lutfi Alam. Ia menegaskan pentingnya sekolah menjadi ruang aman bagi siswa, bukan hanya untuk belajar, tapi juga memahami risiko kehidupan di luar pagar sekolah.

Materi kemudian disampaikan Yogi Pratama, Kasubsi II Intelijen Kejari Soppeng. Gaya penyampaiannya jauh dari kesan menghakimi. Ia memilih membongkar masalah dari hulunya.

Menurut Yogi, kenakalan remaja tidak pernah lahir dari ruang kosong. Biasanya dimulai dari kurangnya pengawasan orang tua, lingkungan pergaulan yang keliru, minimnya pemahaman soal bahaya narkotika, hingga persoalan keluarga dan emosi yang dipendam terlalu lama.

β€œKalau anak merasa sendirian, dia bisa salah memilih tempat pelarian,” ujarnya di hadapan para siswa.

Yogi juga mengulas dampak narkotika secara gamblangβ€”bukan hanya soal kesehatan, tapi juga soal pendidikan yang terputus dan masa depan yang runtuh perlahan. Ia menjelaskan aturan hukum dan sanksi pidana terkait narkotika sebagai pengingat bahwa konsekuensinya nyata, bukan sekadar ancaman.

Namun, pesan utamanya bukan menakut-nakuti. Pencegahan tetap jadi kunci. Edukasi sejak dini, keterlibatan orang tua, dan komunikasi terbuka disebut sebagai benteng utama.

β€œPengawasan orang tua itu bukan mengontrol berlebihan, tapi hadir dan peduli,” tegasnya.

Ia juga mendorong remaja untuk aktif di kegiatan positifβ€”olahraga, seni, dan aktivitas sosialβ€”agar energi muda tidak terseret ke arah yang salah. Jika sudah terlanjur terpapar, ia menekankan pentingnya mencari bantuan profesional, bukan menutup diri.

β€œKeluarga harus jadi tempat paling aman untuk bercerita,” katanya.

Menutup materinya, Yogi menegaskan satu hal penting: anak yang dihargai dan didukung akan lebih mudah memilih jalan yang benar. Motivasi, apresiasi, dan keteladanan orang tua disebut sebagai senjata paling ampuh melawan kenakalan remaja dan narkotika.

Pagi itu, sekolah tak hanya jadi tempat belajar mata pelajaran. Tapi juga ruang peringatanβ€”bahwa masa depan bisa dijaga, selama pilihan hari ini tidak salah arah.(*)

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru