Palu, katasulsel.com – Gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,7 yang mengguncang wilayah 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah, Selasa (16/6/2026), tak hanya membuat warga berhamburan keluar rumah. Getaran kuat juga menyebabkan ratusan unit iPhone di sebuah toko telepon seluler berjatuhan dari lemari pajangan.

Peristiwa tersebut terekam dalam video yang beredar di media sosial dan menjadi perhatian warganet. Dalam rekaman itu terlihat sejumlah lemari display berguncang hebat saat gempa terjadi. Puluhan hingga ratusan unit ponsel yang tersusun di rak langsung berhamburan ke lantai.

Meski tidak menimbulkan korban jiwa dalam kejadian tersebut, pemilik toko diperkirakan mengalami kerugian akibat banyaknya perangkat yang terjatuh saat guncangan berlangsung.

Berdasarkan informasi resmi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada Selasa, 16 Juni 2026 pukul 10.27.44 WIB dengan magnitudo 6,7. Episenter gempa berada sekitar 42 kilometer tenggara Palu, Sulawesi Tengah. BMKG memastikan gempa tersebut tidak berpotensi menimbulkan tsunami.

Getaran gempa dilaporkan dirasakan cukup kuat di sejumlah wilayah Sulawesi Tengah. Warga yang tengah beraktivitas di perkantoran, pusat perbelanjaan, hingga permukiman sempat panik dan bergegas mencari tempat aman saat bumi berguncang.

Sejumlah video lain yang beredar juga memperlihatkan barang-barang di dalam bangunan bergeser dan jatuh akibat kuatnya getaran. Di beberapa lokasi, warga tampak berkumpul di area terbuka untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.

Hingga kini, otoritas terkait masih melakukan pemantauan dan pendataan terhadap dampak gempa yang terjadi. Masyarakat diimbau tetap tenang, tidak mudah mempercayai informasi yang belum terverifikasi, serta mengikuti informasi resmi dari BMKG dan instansi berwenang.

Gempa dengan magnitudo besar seperti yang terjadi di wilayah Palu kembali mengingatkan pentingnya kesiapsiagaan masyarakat terhadap potensi bencana alam. Selain memastikan jalur evakuasi diketahui dengan baik, warga juga diminta memperhatikan kondisi bangunan pascagempa guna menghindari risiko yang dapat membahayakan keselamatan. (din)