Palangka Raya, Katasulsel.com β Kota Palangka Raya selama ini lebih dikenal sebagai pusat pemerintahan di Kalimantan Tengah. Namun di balik wajah kotanya yang terus berkembang, tersimpan puluhan destinasi wisata alam, budaya, religi, kuliner hingga wisata buatan yang sebenarnya memiliki potensi besar menjadi penggerak ekonomi daerah.
Penelusuran Katasulsel.com terhadap dokumen perencanaan pembangunan daerah menunjukkan sedikitnya terdapat 42 daya tarik wisata yang tersebar di berbagai wilayah Kota Palangka Raya. Jumlah tersebut menjadikan ibu kota Kalimantan Tengah ini sebagai salah satu daerah dengan keragaman destinasi wisata yang cukup lengkap.
Namun pertanyaan besarnya, apakah seluruh potensi itu sudah benar-benar memberikan dampak maksimal bagi masyarakat dan pendapatan daerah?
Wisata Alam Mendominasi
Dari puluhan destinasi yang tercatat, wisata alam menjadi sektor yang paling mendominasi.
Nama-nama seperti Danau Tahai, Arboretum Nyaru Menteng, Bukit Tangkiling, Pulau Kaja, Kereng Bangkirai, Sungai Kahayan hingga kawasan Sebangau selama ini menjadi ikon yang cukup dikenal wisatawan.
Di kawasan Bukit Batu misalnya, terdapat konsentrasi destinasi wisata alam yang cukup besar, mulai dari Hutan Pendidikan, Batu Banama, Danum Bahandang hingga kawasan perkemahan.
Sementara di Kecamatan Sebangau, wisata berbasis ekosistem gambut dan sungai masih menjadi daya tarik utama yang menawarkan pengalaman berbeda dibanding daerah lain di Indonesia.
Potensi tersebut diperkuat dengan keberadaan Sungai Kahayan yang selama ini menjadi urat nadi kehidupan masyarakat sekaligus aset wisata yang belum sepenuhnya tergarap optimal.
Kekayaan Budaya Dayak yang Belum Habis Digali
Tidak hanya mengandalkan keindahan alam, Palangka Raya juga menyimpan warisan budaya yang kuat.
Rumah Betang “Eka Tingang Nganderang”, Museum Balanga, Sandung Ngabe Soekah, hingga sejumlah situs Kaharingan menjadi bukti bahwa identitas budaya Dayak masih hidup dan menjadi bagian penting dalam pengembangan pariwisata daerah.
Desa Wisata Sei Gohong dan Desa Wisata Kanarakan bahkan menawarkan pengalaman wisata budaya yang lebih autentik melalui tradisi, ritual adat, hingga peninggalan sejarah masyarakat setempat.
Namun sejumlah pelaku wisata menilai promosi terhadap wisata budaya masih kalah dibandingkan promosi wisata alam.
Padahal, tren wisata saat ini menunjukkan wisatawan semakin tertarik pada pengalaman budaya dan kearifan lokal yang tidak bisa ditemukan di daerah lain.
Banyak Destinasi, Tapi Apakah Sudah Ramai Pengunjung?
Data menunjukkan Palangka Raya memiliki hampir semua kategori wisata, mulai dari alam, budaya, religi, kuliner, souvenir hingga wisata buatan.
Wisata religi misalnya menghadirkan Bukit Karmel dan Pura Sali Paseban Batu yang cukup dikenal masyarakat.
Sementara wisata kuliner terkonsentrasi di kawasan Flamboyan, Taman Yos Sudarso dan Kum-Kum yang menjadi pusat aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sektor wisata buatan, terdapat Kalawa Waterpark, Jembatan Kahayan, Bukit Cinta hingga kawasan taman kota yang menjadi ruang publik favorit warga.
Meski demikian, sejumlah destinasi masih menghadapi tantangan klasik berupa aksesibilitas, promosi, fasilitas pendukung, hingga konektivitas antarobjek wisata.
Beberapa lokasi bahkan masih lebih dikenal masyarakat lokal dibanding wisatawan luar daerah.
Peluang Besar yang Menunggu Digarap
Dokumen pembangunan daerah menyebut sektor pariwisata memiliki posisi strategis dalam menciptakan lapangan kerja, meningkatkan pendapatan masyarakat, memperluas peluang usaha, hingga memperkuat pendapatan asli daerah (PAD).
Artinya, keberhasilan pariwisata bukan sekadar soal banyaknya destinasi, tetapi sejauh mana destinasi tersebut mampu mendatangkan wisatawan dan menggerakkan ekonomi masyarakat sekitar.
Penguatan infrastruktur, promosi digital, pengelolaan destinasi yang profesional, kemitraan dengan sektor swasta, serta peningkatan kualitas layanan wisata menjadi pekerjaan rumah yang masih harus terus didorong.
Jika seluruh potensi tersebut mampu dikelola secara terintegrasi, Palangka Raya bukan hanya akan dikenal sebagai ibu kota Kalimantan Tengah, tetapi juga berpeluang menjelma menjadi salah satu pusat wisata unggulan di Pulau Kalimantan.
Dengan 42 destinasi yang telah teridentifikasi, modalnya sebenarnya sudah tersedia. Tantangannya kini adalah bagaimana menjadikan potensi itu sebagai kekuatan ekonomi nyata yang dirasakan langsung oleh masyarakat. (din)
