Solok Selatan, Katasulsel.com — Aksi pengrusakan Kantor Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Solok Selatan memicu kecaman dari berbagai kalangan. Peristiwa ini dinilai bukan cuma soal gedung yang dirusak, tapi juga menyangkut rasa aman insan pers dalam menjalankan tugas jurnalistik.

Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Relawan Prabowo Subianto Indonesia Kuat (REPRO) Sumatera Barat, Roni, ikut angkat bicara. Ia mengecam keras tindakan tersebut dan menilai aksi anarkis seperti itu tidak bisa dibenarkan.

“Dengan tegas saya mengecam tindakan pengrusakan Kantor PWI Kabupaten Solok Selatan. Tindakan seperti ini tidak mencerminkan sikap yang menghargai hukum dan demokrasi. Pers adalah mitra penting pembangunan, sekaligus pilar kontrol sosial di tengah masyarakat,” tegas Roni.

Menurutnya, pers punya peran besar dalam menyampaikan informasi, mengawal keterbukaan, dan menjadi jembatan antara masyarakat dengan pemerintah.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Karena itu, ia menilai segala bentuk tekanan, ancaman, atau intimidasi terhadap wartawan dan organisasi pers tidak boleh dianggap biasa.

Roni juga meminta aparat kepolisian bergerak cepat agar kasus ini tidak berlarut-larut.

“Saya berharap aparat kepolisian segera bertindak cepat dan profesional. Siapa pun yang terlibat harus diproses sesuai hukum yang berlaku agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujarnya.

Ia menegaskan, kalau ada perbedaan pendapat atau persoalan di tengah masyarakat, penyelesaiannya harus lewat dialog dan jalur hukum, bukan dengan emosi atau tindakan merusak.

Selain itu, masyarakat juga diminta tetap tenang dan tidak terpancing provokasi yang bisa memperkeruh situasi.

“Pers harus mendapatkan ruang aman dalam menjalankan tugas jurnalistiknya. Jangan sampai ada pihak yang mencoba membungkam kebebasan pers melalui tekanan, intimidasi, ataupun tindakan kekerasan,” tambahnya.

Bukan Cuma Kantor, Tapi Simbol Kebebasan Informasi

Perusakan kantor wartawan dinilai bukan hanya soal bangunan fisik. Lebih dari itu, ini menyangkut simbol kebebasan informasi dan ruang demokrasi yang harus dijaga bersama.

Di negara demokrasi, pers punya tugas penting: menyampaikan fakta, mengawasi jalannya pemerintahan, dan menjadi suara masyarakat.

Karena itu, publik berharap kasus ini bisa segera diusut tuntas agar ada kepastian hukum dan kejadian serupa tidak kembali terulang.

Sebab menjaga kebebasan pers bukan cuma tugas wartawan, tapi tanggung jawab bersama. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita