Jakarta, Katasulsel.com ā Persoalan yang melibatkan penyanyi Indonesia Lesti Kejora dan aktris Malaysia Izara Aishah meluas ke media sosial. Kesalahpahaman di belakang panggung konser Siti Nurhaliza itu memicu perdebatan warganet Indonesia dan Malaysia, bahkan berujung pada kecaman terhadap pihak-pihak yang terlibat.
Situasi mulai mereda setelah kedua pihak menyampaikan klarifikasi dan permintaan maaf. Izara, yang merupakan menantu Siti Nurhaliza, bahkan meminta pengikutnya berhenti menghina Lesti beserta orang-orang yang hadir bersamanya.
Dikutip dari pemberitaan media Malaysia, Utusan Malaysia dan mStar, Rabu (21/10/2026), Izara mengakui bahwa dirinya terbawa emosi ketika menyampaikan kritik secara terbuka melalui media sosial.
āOrang Malaysiaku, pengikutku minta tolong Jangan hina pasukan Lesti kerana yang salahnya saya sebab bersikap emosi, tak profesional di media sosial ini,ā kata Izara melalui unggahan di Threads.
Ia juga mengingatkan pengikutnya agar tidak membawa persoalan tersebut menjadi serangan pribadi, terutama dengan menghina penampilan fisik dan keluarga pihak Lesti.
āKalau dah sampai menghina rupa, keluarga dan sebagainya itu bukan kita. Tolong saya mohon berhenti. Semua silap saya, saya mengaku sepenuhnya,ā ujarnya.
Berawal dari Teguran di Belakang Panggung
Persoalan ini bermula setelah Lesti tampil sebagai penyanyi tamu dalam Konser Gema Bumantara Siti Nurhaliza di Stadion Nasional Bukit Jalil, Kuala Lumpur, pada Sabtu (17/10/2026).
Setelah konser, Izara mengungkapkan kekecewaannya melalui Threads. Ia menilai rombongan yang dikaitkannya dengan Lesti kurang ramah dan terkesan hanya bersikap baik kepada orang-orang terkenal atau tamu VIP.
Izara juga menceritakan bahwa dirinya sempat mempersilakan putra Lesti berada di ruangannya bersama para asisten. Menurut pengakuannya, ia dan anak-anaknya turut menemani putra pedangdut tersebut selama ibunya tampil di atas panggung.
Namun, setelah konser berakhir, Izara mengaku mendapat tatapan sinis ketika menanyakan kondisi anak tersebut kepada rombongan Lesti.
Unggahan itu kemudian memicu perdebatan di media sosial. Sebagian warganet membela Izara, sedangkan sebagian lainnya membela Lesti dan mempertanyakan tudingan yang diarahkan kepada rombongannya.
Lesti Luruskan Pihak yang Dipersoalkan
Lesti kemudian memberikan klarifikasi. Ia menjelaskan bahwa dirinya tidak berada di lokasi saat kejadian sehingga tidak menyaksikan langsung persoalan yang diceritakan Izara.
Lesti juga meluruskan bahwa orang yang dipersoalkan bukan anggota timnya, melainkan seorang kerabat yang ia undang untuk menghadiri konser.
Menurut penjelasan Lesti, kerabatnya saat itu menggendong putranya ketika hendak berfoto bersama Siti Nurhaliza. Dalam situasi tersebut, seorang petugas keamanan disebut menegur anaknya agar tidak menyentuh Izara dengan nada yang dinilai cukup keras.
āSungguh, tidak pernah ada niat dari saya maupun orang-orang yang hadir menyokong saya bersikap tidak sopan atau tidak menghargai siapa pun,ā tulis Lesti dalam klarifikasinya di Threads.
Lesti juga berterima kasih kepada Izara karena telah memperhatikan putranya selama konser berlangsung. Ia meminta maaf apabila kejadian tersebut membuat Izara merasa tidak nyaman.
Rizky Billar Ikut Angkat Bicara
Suami Lesti, Rizky Billar, turut menanggapi persoalan tersebut. Ia mempertanyakan dasar penilaian terhadap rombongan Lesti, terutama karena pihak yang dipersoalkan belum tentu merupakan bagian dari tim resmi sang penyanyi.
Rizky juga mengungkapkan versi kejadian yang melibatkan putranya dan seorang petugas keamanan. Ia meminta agar anak kecil tidak ditegur dengan cara yang dianggap kasar.
Pernyataan Rizky menambah perbincangan di media sosial. Sejumlah pengguna membela keluarga Lesti, sementara pengguna lainnya melontarkan kritik terhadap pihak yang berbeda pandangan. Perdebatan itu kemudian berkembang menjadi saling serang di antara sebagian warganet.
Meski demikian, polemik tersebut tidak dapat dijadikan alasan untuk menggeneralisasi sikap masyarakat Indonesia maupun Malaysia. Persoalan ini melibatkan sejumlah individu dan pengguna media sosial, bukan kedua negara secara keseluruhan.
Kedua Pihak Sudah Meminta Maaf
Perkembangan terbaru menunjukkan bahwa kedua pihak telah berupaya meluruskan kesalahpahaman. Izara lebih dahulu meminta maaf karena menegur secara terbuka, sedangkan Lesti menyampaikan klarifikasi sekaligus permintaan maaf atas ketidaknyamanan yang muncul.
Izara kemudian meminta pengikutnya menghentikan kecaman terhadap pihak Lesti. Ia mengakui kesalahannya sendiri dan tidak ingin persoalan tersebut terus berlanjut hingga menyerang penampilan fisik maupun keluarga.
Dengan adanya klarifikasi dan permintaan maaf dari kedua pihak, persoalan ini mulai mengarah pada penyelesaian. Namun, imbauan Izara agar warganet berhenti menghina menunjukkan bahwa perdebatan di media sosial masih menjadi persoalan yang perlu diperhatikan.
Perselisihan yang bermula dari penilaian atas sikap seseorang di belakang panggung itu kini memperlihatkan dampak lain: unggahan personal dapat berkembang menjadi konflik yang lebih luas ketika pengguna media sosial ikut menyebarkan kecaman tanpa memahami keseluruhan kejadian.
Berita Terbaru Katasulsel
