Jakarta, Katasulsel.com – Mahasiswa Program Doktor (S3) PKUMI menggelar pelatihan penulisan essay Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) Kementerian Agama RI di Musholla Asrama PKUMI, Sabtu (9/5/2026). Kegiatan ini diikuti para calon pendaftar BIB yang tengah mempersiapkan dokumen administrasi dan essay motivasi sebagai bagian penting dalam proses seleksi beasiswa.
Pelatihan menghadirkan narasumber Muhammad Yusuf yang memaparkan strategi menyusun essay yang kuat, sistematis, dan mampu menggambarkan visi akademik serta kontribusi sosial calon penerima beasiswa.
Dalam pemaparannya, Muhammad Yusuf menegaskan bahwa essay bukan sekadar formalitas administrasi, melainkan ruang untuk menunjukkan identitas, kapasitas, serta arah perjuangan intelektual peserta. Menurutnya, banyak peserta gagal bukan karena kemampuan akademik yang rendah, tetapi karena tidak mampu menyampaikan gagasan dan pengalaman secara meyakinkan dalam tulisan.
“Essay menjadi pintu pertama untuk memperlihatkan siapa diri kita, apa visi kita, dan bagaimana rencana kontribusi kita setelah studi. Karena itu, peserta harus mampu menulis dengan jujur, terstruktur, dan memiliki arah pengabdian yang jelas,” ujar Muhammad Yusuf dalam sesi pelatihan.
Peserta pelatihan berasal dari berbagai latar belakang program studi tujuan. Beberapa di antaranya menargetkan Program Studi Magister Manajemen Universitas Negeri Jakarta, Magister Akuntansi dan Magister Ekonomi Universitas Indonesia, hingga program Doktoral Hubungan Internasional.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Salah satu peserta, Muhammad Akbar, yang menargetkan Program Studi Magister Manajemen Universitas Negeri Jakarta, mengapresiasi pelatihan tersebut karena memberikan pemahaman teknis sekaligus motivasi dalam menyusun essay.
“Pelatihan ini sangat membantu kami memahami struktur essay yang baik dan cara menonjolkan pengalaman organisasi maupun rencana kontribusi setelah lulus,” katanya.
Hal senada disampaikan Yulyanti Nurdin yang menargetkan Magister Ekonomi Universitas Indonesia. Ia mengaku kini lebih percaya diri menghadapi proses pendaftaran BIB.
“Awalnya saya bingung menentukan alur tulisan. Setelah mengikuti pelatihan ini, saya jadi memahami bagaimana menyusun narasi akademik yang kuat dan relevan,” ujarnya.
Sementara itu, Karim Bakri, calon pendaftar program Doktoral Hubungan Internasional, menilai kegiatan tersebut penting untuk membangun budaya akademik dan tradisi literasi di kalangan mahasiswa.
“Kegiatan seperti ini sangat positif karena bukan hanya membahas teknis beasiswa, tetapi juga melatih cara berpikir kritis dan perencanaan akademik jangka panjang,” ungkapnya.
Pelatihan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi, bedah essay, dan simulasi penyusunan gagasan kontribusi bagi masyarakat maupun institusi setelah menyelesaikan studi. (*)
