Penulis:
Ahmad Sofian Anugrah Syafa’at

SIDRAP — Banyak warga merasa sehat karena masih bisa beraktivitas seperti biasa. Namun di balik itu, tekanan darah tinggi, kolesterol, gula darah, hingga asam urat sering kali berkembang tanpa gejala dan baru diketahui setelah menimbulkan komplikasi serius.

Kondisi inilah yang mendorong Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Gelombang 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) turun langsung dari rumah ke rumah di Kelurahan Benteng, Kecamatan Baranti, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), untuk melakukan pemeriksaan kesehatan gratis.

Kegiatan yang berlangsung pada 22 Juli, 24 Juli, 6 Agustus, dan 8 Agustus 2026 tersebut menyasar warga yang belum sempat atau jarang melakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin.

Dengan metode door to door, mahasiswa mendatangi rumah warga dan melakukan pemeriksaan tekanan darah, gula darah, kolesterol, serta asam urat. Langkah ini dilakukan sebagai upaya deteksi dini terhadap berbagai penyakit tidak menular yang kerap disebut sebagai “silent killer” karena berkembang tanpa keluhan yang jelas.

Pendekatan jemput bola dipilih agar layanan kesehatan dapat menjangkau lebih banyak masyarakat, terutama warga yang memiliki keterbatasan waktu, mobilitas, atau belum memiliki kesadaran untuk memeriksakan kondisi kesehatannya secara berkala.

Selain melakukan pemeriksaan, mahasiswa juga memberikan penjelasan langsung mengenai hasil yang diperoleh warga. Masyarakat diberikan informasi terkait kondisi kesehatannya, termasuk faktor risiko yang perlu diwaspadai dan langkah-langkah pencegahan yang dapat dilakukan sejak dini.

Edukasi mengenai pola makan sehat, aktivitas fisik, pentingnya menjaga berat badan ideal, hingga kebiasaan melakukan pemeriksaan kesehatan rutin turut menjadi bagian dari kegiatan tersebut.

Mahasiswa KKN Profesi Kesehatan Unhas menilai deteksi dini menjadi salah satu kunci penting dalam mencegah munculnya komplikasi penyakit kronis yang dapat menurunkan kualitas hidup masyarakat.

Melalui pemeriksaan gratis ini, warga diharapkan tidak menunggu munculnya gejala berat untuk mengetahui kondisi kesehatannya. Semakin cepat faktor risiko ditemukan, semakin besar peluang untuk melakukan pencegahan dan pengendalian penyakit.

Program tersebut sekaligus menjadi bentuk kontribusi mahasiswa dalam mendukung upaya promotif dan preventif di bidang kesehatan masyarakat. Kehadiran mahasiswa di tengah warga tidak hanya memberikan layanan pemeriksaan, tetapi juga membangun kesadaran bahwa menjaga kesehatan harus dimulai sebelum penyakit datang.

Di Kelurahan Benteng, langkah sederhana berupa pemeriksaan dari rumah ke rumah itu kini menjadi pengingat bahwa ancaman penyakit tidak menular bisa muncul tanpa disadari, dan deteksi dini adalah cara terbaik untuk menghadapinya. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini