Sidrap, katasulsel.com — Tidak semua yang naik panggung harus pulang membawa mahkota. Ada yang pulang membawa pengalaman. Ada yang membawa kebanggaan keluarga. Ada pula yang pulang dengan sesuatu yang tidak terlihat, tetapi bisa menjadi modal besar untuk masa depan: kepercayaan diri.

Muh Faiz Ramadhan memilih jalur itu.

Remaja berusia 16 tahun, siswa SMA Negeri 2 Sidenreng Rappang, ini berhasil meraih posisi Runner-up 1 atau RU 1 Mister Teen Ajatappareng.

Bukan juara pertama. Tetapi juga bukan cerita tentang kegagalan.

Dalam dunia kontes, runner-up berarti peserta yang menempati posisi di bawah pemenang utama. Sementara personal branding—istilah yang belakangan populer di dunia digital—berbicara tentang bagaimana seseorang membangun identitas, karakter, dan kesan positif di hadapan publik.

Di usia belia, Faiz sudah mulai memasuki ruang itu.

Tentu, gelar saja tidak otomatis membuat seseorang menjadi hebat. Selempang bisa dilepas. Panggung bisa dibongkar. Lampu sorot akhirnya padam. Yang tersisa adalah bagaimana seseorang menggunakan pengalaman tersebut untuk berkembang.

Di situlah nilai sebuah kompetisi sebenarnya diuji.

Faiz, putra Muh Yunus dan Fitriani T, kini memiliki satu catatan prestasi dalam perjalanan remajanya. Ia tidak hanya menjalani hari-hari sebagai pelajar, tetapi juga mendapat pengalaman tampil dalam ajang yang menuntut peserta menunjukkan potensi diri.

Ada istilah soft skills dalam dunia pendidikan dan pekerjaan. Artinya, keterampilan nonteknis seperti komunikasi, kedisiplinan, kemampuan beradaptasi, dan kerja sama. Keterampilan ini tidak selalu bisa diukur hanya dari angka di rapor, tetapi berguna ketika seseorang memasuki dunia yang lebih luas.

Kompetisi remaja bisa menjadi salah satu ruang untuk mengasahnya, bergantung pada proses dan pengalaman yang dijalani peserta.

Bagi Sidrap, prestasi anak muda seperti ini layak mendapat perhatian. Bukan karena setiap remaja harus mengikuti kontes, melainkan karena setiap anak memiliki jalur berbeda untuk menemukan kemampuannya.

Ada yang menonjol dalam olahraga. Ada yang unggul di bidang akademik. Ada yang memilih seni, teknologi, organisasi, atau kewirausahaan. Tidak harus sama jalannya untuk bisa sama-sama berprestasi.

Dalam bahasa generasi sekarang, itulah self-development: pengembangan diri yang berlangsung terus-menerus, bukan berhenti setelah menerima penghargaan.

Faiz masih berusia 16 tahun. Perjalanannya masih panjang. Pendidikan tetap menjadi prioritas, sementara pengalaman kompetisi dapat menjadi bekal untuk membangun keberanian dan memperluas wawasan.

Gelar RU 1 Mister Teen Ajatappareng bukan akhir cerita. Justru menarik untuk melihat apa langkah Faiz berikutnya, bagaimana ia mengembangkan potensinya, dan apa kontribusi positif yang ingin ia berikan kepada lingkungan sekitarnya.

Sebab, menjadi inspirasi tidak selalu harus dimulai dengan prestasi besar. Kadang, keberanian untuk mencoba lebih dahulu sudah cukup untuk membuka pintu.

Dan siapa tahu, dari satu panggung kecil hari ini, tumbuh mimpi yang jauh lebih besar esok hari.

Mahkota boleh belum di tangan. Tetapi kesempatan untuk terus bertumbuh masih terbuka lebar.

K
Katasulsel.com
Ikuti kami di media sosial
Berita terbaru Katasulsel juga hadir di Instagram dan TikTok.
Follow Katasulsel untuk update berita terbaru