Mandalika, katasulsel.com β Satu pembalap berpesta merayakan mahkota dunia, satu lagi membuat publik tuan rumah menahan napas hingga lap terakhir. Itulah cerita berbeda yang mewarnai Pertamina Moto3 Mandalika 2026, Minggu (11/10/2026).
MΓ‘ximo Quiles keluar sebagai pemenang sekaligus memastikan gelar juara dunia Moto3 2026. Sementara itu, pembalap muda Indonesia, Veda Ega Pratama, menuntaskan balapan di posisi keenam setelah melewati persaingan yang penuh perubahan.
Mandalika menjadi saksi dua perjalanan yang sama-sama menarik: dominasi pembalap Spanyol yang mengunci gelar lebih awal dan perjuangan pembalap Indonesia yang terus berusaha menembus barisan depan.
Quiles, mahkota dunia datang lebih cepat!
Bagi MΓ‘ximo MartΓnez Quiles, Mandalika menjadi panggung untuk mengukuhkan statusnya sebagai juara dunia Moto3 2026. Pembalap asal Murcia, Spanyol, itu tampil konsisten sepanjang musim hingga mampu mengunci gelar ketika kejuaraan masih menyisakan lima seri.
Bersama CFMOTO Gaviota Aspar Team, Quiles menjadikan kecepatan dan konsistensi sebagai modal utama dalam perburuan gelar.
Usianya masih 18 tahun, tetapi pencapaiannya sudah berbicara banyak. Ia sebelumnya menorehkan prestasi di ajang European Talent Cup pada 2021 dan 2023, kemudian melanjutkan perkembangan kariernya di panggung Moto3.
Gelar dunia ini menjadi puncak perjalanan musim 2026 bagi Quiles. Kemenangan di Mandalika bukan sekadar tambahan angka di klasemen, melainkan penegasan bahwa persaingan menuju mahkota juara telah berakhir dengan namanya berada di posisi teratas.
Veda Ega: Sempat di posisi kedua, lalu bertarung sampai akhir
Di sisi lain lintasan, perhatian publik Indonesia tertuju kepada Veda Ega Pratama.
Memulai balapan dari posisi ketujuh, Veda langsung menunjukkan keberanian. Ia memperbaiki posisi sejak awal, bahkan sempat melesat ke urutan kedua pada lap kedua.
Momen itu memunculkan harapan bahwa pembalap muda Indonesia tersebut bisa ikut bertarung memperebutkan podium di hadapan publik sendiri.
Namun, persaingan Moto3 berlangsung sangat ketat. Posisi Veda berubah beberapa kali setelah mendapat tekanan dari para rival. Ia sempat kembali ke posisi kelima, turun ke urutan keenam, lalu berjuang lagi untuk memperbaiki tempatnya.
Pada lap-lap akhir, Veda kembali menemukan celah untuk menyalip Guido Pini. Ia akhirnya mempertahankan posisi keenam hingga finis.
Hasil itu memang belum membawanya ke podium Mandalika. Namun, keberhasilannya menembus persaingan papan depan dan sempat berada di posisi kedua menunjukkan bahwa Veda mampu memberikan perlawanan di kelas dunia.
Dari juara Asia hingga panggung Moto3
Perjalanan Veda menuju Moto3 juga bukan cerita yang datang tiba-tiba.
Ia pernah menjadi juara Asia Talent Cup 2023 dan runner-up Red Bull MotoGP Rookies Cup 2025. Kedua pencapaian tersebut menjadi bagian penting dari prosesnya menembus kompetisi Grand Prix.
Pada musim debut Moto3 2026, Veda juga mencatatkan sejarah dengan meraih podium di GP Brasil. Prestasi itu menambah alasan bagi penggemar Indonesia untuk mengikuti perkembangannya di setiap seri.
Finis keenam di Mandalika menjadi tambahan pengalaman berharga bagi pembalap berusia 17 tahun tersebut. Tantangan berikutnya adalah menjaga konsistensi, memperbaiki posisi saat kualifikasi, serta memaksimalkan peluang ketika berada dalam rombongan depan.
Dua cerita, satu lintasan
Mandalika menghadirkan kontras yang menarik. Quiles pulang dengan gelar juara dunia di tangan, sedangkan Veda membawa pulang hasil finis keenam dari balapan yang penuh dinamika.
Bagi Quiles, ini adalah hari untuk merayakan keberhasilan setelah melewati perjalanan panjang satu musim. Bagi Veda, ini menjadi pengingat bahwa persaingan di level dunia menuntut kecepatan, ketenangan, dan konsistensi pada setiap putaran.
Publik Indonesia tentu berharap Veda terus berkembang dan kembali bersaing memperebutkan podium pada seri berikutnya.
Sebab, finis keenam bukan akhir cerita. Di usia yang masih muda, perjalanan Veda di Moto3 baru memasuki babak awal.
Quiles sudah mengunci mahkota dunia. Kini, perhatian penggemar Indonesia tertuju pada langkah Veda berikutnya: kapan ia kembali naik podium? (*)
