Bone, Katasulsel.com – Persaingan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII 2026 tidak hanya menyajikan pertarungan daerah unggulan. Sejumlah kontingen mulai memperlihatkan kejutan melalui sumbangan medali dari cabang olahraga yang mereka andalkan.

Maros, Luwu Timur, dan Wajo menjadi tiga daerah yang menarik perhatian dalam perkembangan perolehan medali hingga Minggu (8/11/2026).

Ketiganya punya cerita berbeda. Maros mulai merangsek ke jajaran empat besar, Luwu Timur terus memburu tambahan emas, sementara Wajo sebagai salah satu tuan rumah mulai menunjukkan kontribusinya.

Maros: Enam Emas, Empat Cabor Jadi Senjata

Kabupaten Maros mulai memperlihatkan taringnya.

Kontingen berjuluk Butta Salewangang itu berhasil mengumpulkan enam medali emas hingga Minggu siang. Raihan tersebut mengantarkan Maros menembus empat besar klasemen sementara.

Menariknya, enam emas itu tidak hanya datang dari satu cabang olahraga.

Berkuda memanah menjadi penyumbang terbesar dengan tiga emas. Sementara akuatik, binaraga, dan petanque masing-masing menyumbangkan satu emas.

Salah satu atlet yang ikut menjadi sorotan adalah Andi Muhammad Fathan Chaidir. Atlet berkuda memanah tersebut berhasil mempersembahkan emas nomor beregu bersama Adi dan M Hidayat, sekaligus menyumbangkan satu perak.

Ketua KONI Maros, Chaerul Syahab, menyebut peluang penambahan medali masih terbuka karena sejumlah atlet masih menjalani pertandingan.

Maros tampaknya belum selesai membuat kejutan.

Luwu Timur: Emas Datang dari Panahan hingga Pentathlon

Cerita berbeda datang dari Kabupaten Luwu Timur.

Kontingen Bumi Batara Guru terus mengumpulkan medali melalui sejumlah cabang olahraga. Salah satu tambahan penting datang dari panahan.

Pada Minggu (8/11/2026), atlet Luwu Timur berhasil menyabet dua emas dan satu perak dari nomor recurve jarak 70 meter.

Aqsa mempersembahkan emas pada kategori recurve putra, sedangkan Haswira meraih emas kategori recurve putri. Sementara Isral menyumbangkan perak dari kategori recurve putra.

Tambahan prestasi juga datang dari cabang Modern Pentathlon.

Moch Raihan Jinan berhasil meraih emas pada nomor Laser Run Junior. Ia juga menyumbangkan perunggu dari nomor Triatle.

Kombinasi prestasi dari sejumlah cabang olahraga membuat Luwu Timur semakin percaya diri menghadapi persaingan berikutnya.

Dengan sejumlah nomor pertandingan yang masih berlangsung, peluang menambah koleksi medali masih terbuka.

Wajo: Tuan Rumah Ikut Berburu Emas

Wajo bukan hanya menjadi tempat berlangsungnya pertandingan. Kabupaten ini juga berusaha membuktikan kemampuan atlet-atletnya di hadapan publik sendiri.

Berdasarkan laporan sementara yang dihimpun pada 7 November, kontingen Wajo telah mengumpulkan 13 medali, terdiri atas tiga emas, tiga perak, dan tujuh perunggu.

Empat cabang olahraga menjadi penyumbang medali.

Judo menyumbangkan tujuh medali, terdiri atas tiga perak dan empat perunggu.

Binaraga menyumbangkan empat medali, yakni satu emas dan tiga perunggu.

Sementara barongsai dan petanque masing-masing mempersembahkan satu emas.

Hasil tersebut menjadi modal penting bagi Wajo untuk terus bersaing di tengah statusnya sebagai salah satu tuan rumah Porprov Sulsel XVIII 2026.

Dukungan publik sendiri menjadi salah satu energi tambahan bagi atlet-atlet daerah tersebut.

Persaingan Belum Berakhir

Maros, Luwu Timur, dan Wajo masih memiliki peluang memperbaiki posisi seiring berjalannya pertandingan di Bone dan Wajo.

Porprov XVIII Sulsel 2026 berlangsung pada 7–14 November 2026. Artinya, perjalanan perebutan medali masih panjang.

Bagi Maros, tantangannya adalah mempertahankan momentum enam emas. Luwu Timur masih punya peluang memperbesar koleksi medali melalui cabang-cabang andalannya. Sementara Wajo tentu ingin memaksimalkan keuntungan tampil di hadapan pendukung sendiri.

Satu hal yang pasti, persaingan Porprov kali ini belum selesai. Papan klasemen masih bisa berubah, dan kejutan berikutnya bisa datang dari daerah mana saja.

Catatan: Angka perolehan medali dalam laporan ini merupakan kompilasi berdasarkan pembaruan dari masing-masing daerah pada waktu pelaporan yang berbeda, bukan klasemen resmi final. ()