SOPPENG, Katasulsel.com — Ini bukan mobil biasa. Ini “kendaraan tempur” melawan rendahnya literasi.

Namanya Mobil Pintar (MoPi). Isinya bukan penumpang, tapi masa depan.

Di momen Hari Pendidikan Nasional dan Hari Jadi Kabupaten Soppeng ke-765, PT Asuransi Kredit Indonesia (Askrindo) tidak datang dengan seremoni kosong. Mereka membawa solusi yang langsung bisa “jalan”.

MoPi—perpustakaan keliling berbasis kendaraan—resmi diserahkan untuk masyarakat Soppeng. Di dalamnya: buku anak, alat permainan edukatif, hingga media belajar interaktif.

Bahasanya sederhana: belajar dibuat bergerak, tidak lagi menunggu.

Direktur Utama Askrindo, M Fankar Umran, menyerahkan langsung bantuan itu kepada Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, disaksikan Wakil Bupati Selle KS Dalle dan sejumlah pemangku kepentingan.

Tapi yang menarik bukan sekadar seremoni penyerahan.

Yang menarik adalah strateginya.

Di banyak daerah, masalah pendidikan bukan pada kurikulum. Tapi akses. Buku jauh. Fasilitas terbatas. Minat baca rendah.

Askrindo membaca celah itu.

Maka lahirlah MoPi—konsep sederhana, tapi nendang: jemput bola.

“Melalui program Mobil Pintar, kami ingin memperluas akses pendidikan berkualitas,” ujar Fankar.

Kalimat normatif? Mungkin. Tapi implementasinya konkret.

Mobil ini akan masuk ke titik-titik yang selama ini luput dari jangkauan—PAUD, komunitas kecil, hingga wilayah dengan fasilitas minim.

Targetnya jelas: anak usia dini.

Karena di situlah akar kualitas SDM dibentuk.

Jika sejak kecil sudah akrab dengan buku, angka, dan logika berpikir, maka efeknya bukan jangka pendek. Tapi jangka panjang—bahkan lintas generasi.

Askrindo menyebut ini bagian dari dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB), khususnya pendidikan berkualitas dan pertumbuhan ekonomi inklusif.

Tapi kalau ditarik ke bahasa lapangan: ini soal mempersiapkan generasi yang tidak gagap membaca dunia.

Hingga saat ini, sudah ada 25 unit MoPi tersebar di berbagai daerah di Indonesia, dari Sabang sampai Merauke.

Soppeng jadi salah satu titik penting.

Bupati Soppeng, Suwardi Haseng, menyambut positif program ini. Harapannya sederhana, tapi krusial: minat baca meningkat, proses belajar jadi lebih hidup.

Karena faktanya, tantangan terbesar pendidikan hari ini bukan hanya soal sekolah.

Tapi soal bagaimana membuat anak mau belajar.

Dan di situlah MoPi mengambil peran.

Ia tidak menunggu murid datang.

Ia yang datang duluan.(*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita