Makassar, katasulsel.com — Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemkab Wajo ternyata tak sabar menunggu kalender. Meski anggaran PAD 2025 ditetapkan Rp243,61 miliar—naik 30,31 persen dari tahun sebelumnya—uang sudah bergerak cepat.

Hingga Januari 2026, realisasi PAD tercatat Rp191,23 miliar, atau 78,5 persen dari total anggaran. Artinya, sebagian besar uang daerah sudah “keluar dari kas” baru sebulan berjalan.

Jika dibedah per sumber, pola PAD Wajo cukup jelas:

  • Retribusi Daerah: Rp93,22 miliar
  • Hasil Pengelolaan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan: Rp20,18 miliar
  • Lain-lain PAD yang Sah: Rp12,23 miliar
  • Pajak Daerah: Rp6,56 miliar

Meski pajak daerah menyumbang angka paling kecil, pemerintah kabupaten tetap berharap sumber lain—retribusi dan pengelolaan kekayaan daerah—menjadi tulang punggung PAD.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Pemerhati fiskal Makassar, Muslimin, menyoroti fenomena ini. “Realisasi awal tahun memang tinggi, tapi kecepatan serapan PAD tidak selalu berarti efisiensi atau manfaat. Bisa jadi hanya administrasi cepat, tapi manfaat ke masyarakat lambat terasa,” katanya.

Menurut Mus, begitu ia arab disapa, kenaikan PAD 30 persen patut diapresiasi, namun pemerintah daerah juga harus memastikan manajemen uang yang cepat itu tidak hanya memenuhi target, tapi berdampak nyata.

“PAD Wajo memang terlihat sehat di angka, tapi yang penting adalah bagaimana uang ini digunakan untuk pembangunan, pelayanan publik, dan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.

Dengan realisasi hampir tiga perempat anggaran di bulan pertama, Wajo menghadapi pertanyaan klasik:
apakah PAD bergerak cepat, atau warga yang akan mengejar dampaknya nanti?

Mengawal akurasi dan kedalaman berita

Update terbaru: 04 Februari 2026 18:51 WIB