Wajo, Katasulsel.com – Di tengah khidmatnya peringatan Hari Pendidikan Nasional, Pondok Pesantren Daarul Mu’minin (Damu) As’adiyah Doping memilih menandai langkah penting. Bukan sekadar seremoni, tetapi simbol perjalanan panjang: peluncuran logo resmi Harlah ke-23.

Momentum itu digelar pada 2 Mei 2026, bertepatan dengan upacara Hardiknas. Seluruh elemen pesantren hadir—santri, dewan guru, hingga tenaga kependidikan—menjadi saksi bahwa perjalanan pendidikan tak pernah berhenti di satu titik.

Peluncuran logo ini bukan hanya soal identitas visual. Ia menjadi penanda arah, bahwa pesantren terus bergerak menjaga keseimbangan antara nilai keislaman dan semangat kebangsaan.

Tema yang diusung pun tak main-main: “23 Tahun Berkarya untuk Ummat, Pesantren Kuat, Santri Hebat, Masa Depan Bermartabat.” Sebuah kalimat yang bukan sekadar slogan, tapi refleksi perjalanan sekaligus target masa depan.

Didirikan pada 7 Juni 2003 oleh almarhum Andi Baso Abdullah, Ambo Acca, dan K.M. Agustan Ranreng, pesantren ini tumbuh dari pondasi sederhana menjadi ruang pembinaan generasi. Dari ruang belajar yang mungkin dulu terbatas, kini menjelma menjadi pusat pendidikan dan dakwah yang terus berkembang.

Ketua panitia Harlah, Ustaz Muhammad Iliyas, menyebut perayaan tahun ini akan dirangkai dengan berbagai kegiatan. Mulai dari lomba olahraga, kesenian, hingga kompetisi keagamaan tingkat Kabupaten Wajo. Tak ketinggalan, agenda jalan sehat juga disiapkan untuk merangkul partisipasi masyarakat luas.

Rangkaian kegiatan itu dijadwalkan berlangsung pada awal pekan kedua Juni 2026. Bukan hanya internal pesantren, tetapi melibatkan publik sebagai bagian dari syiar dan kontribusi sosial.

Lebih dari sekadar perayaan tahunan, Harlah ke-23 ini menjadi ruang refleksi. Tentang bagaimana amanah para pendiri terus dijaga. Tentang bagaimana pesantren tetap relevan di tengah perubahan zaman.

Di usia yang tak lagi muda, Ponpes Damu As’adiyah Doping menegaskan satu hal: pendidikan bukan hanya soal ilmu, tetapi juga tentang membentuk karakter, menjaga nilai, dan membangun peradaban.

Dan dari sebuah logo yang diluncurkan hari itu, tersimpan pesan sederhana—perjalanan boleh panjang, tapi arah harus tetap jelas. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita