Wajo, katasulsel.com — Menjelang pembukaan Persit Bisa Expo 2026, suasana persiapan mulai terasa semakin sibuk.

Persit Kartika Chandra Kirana Cabang XXIV Dim 1406/Wajo kini memasuki hitungan hari terakhir sebelum pameran resmi dibuka pada 7–9 Mei 2026.

Di antara berbagai produk yang akan ditampilkan, satu yang diprediksi paling mencuri perhatian adalah Tenun Sutera Sengkang, kain khas dari Kabupaten Wajo yang sudah lama dikenal dengan kualitas dan keindahannya.

Kain ini bukan sekadar produk biasa. Teksturnya halus, motifnya elegan, dan proses pembuatannya masih mempertahankan teknik tradisional yang diwariskan turun-temurun.

Nilai budaya dan sentuhan tangan pengrajin menjadi daya tarik utama yang tidak bisa digantikan oleh produksi massal.

Menariknya, salah satu tenun yang akan dipamerkan merupakan karya Ibu Masniati, istri dari seorang prajurit TNI.

Keterlibatan keluarga TNI dalam produksi kerajinan lokal ini menunjukkan bahwa ekonomi kreatif tidak hanya digerakkan oleh pelaku usaha besar, tetapi juga dari lingkup keluarga.

Persit melihat momentum ini bukan sekadar pameran, tapi sebagai panggung untuk mengangkat produk lokal agar lebih dikenal luas.

Tenun Sutera Sengkang diharapkan bisa menjadi “magnet” yang menarik pengunjung sekaligus membuka peluang pasar yang lebih besar.

Di tengah gempuran produk modern dan impor, kehadiran tenun tradisional seperti ini menjadi pengingat bahwa kekuatan lokal masih punya tempat. Bahkan, dengan sentuhan promosi yang tepat, produk daerah bisa bersaing di tingkat nasional.

Pameran yang akan digelar di Balai Kartini Expo ini terbuka untuk umum. Selama tiga hari, pengunjung tidak hanya bisa melihat, tapi juga langsung mengenal lebih dekat proses, cerita, dan nilai di balik setiap produk yang dipamerkan.

Bagi Persit Wajo, keikutsertaan ini juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap UMKM. Harapannya, produk seperti Tenun Sutera Sengkang tidak hanya dilihat sebagai warisan budaya, tapi juga sebagai peluang ekonomi yang terus berkembang.

Dengan persiapan yang hampir rampung, perhatian kini tertuju pada bagaimana produk-produk lokal, khususnya dari Wajo, bisa tampil percaya diri di panggung nasional dan membuktikan bahwa karya daerah punya kualitas yang tidak kalah saing.(*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita