Sidrap, Katasulsel.com — Kabar baik datang untuk warga Sidenreng Rappang, khususnya anak muda yang ingin kuliah tapi terkendala biaya. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif menerima kunjungan Wakil Rektor II Universitas Hasanuddin (Unhas), Prof. Subehan, bersama Dekan Fakultas Vokasi Prof. Muhammad Restu, Senin (4/5/2026) malam.
Pertemuan yang berlangsung di rumah jabatan bupati ini membahas pembenahan kampus vokasi Unhas di Sidrap, sekaligus membuka peluang lebih besar untuk akses beasiswa, terutama KIP Kuliah.
Bupati Syaharuddin tidak menampik, kondisi kampus saat ini perlu sentuhan agar lebih hidup dan ramai aktivitas. Ia berharap pihak Unhas segera melakukan perbaikan, baik dari sisi bangunan maupun kegiatan perkuliahan.
“Kampus ini aset besar. Kalau dikelola dengan baik, bisa jadi kebanggaan daerah dan tempat anak-anak kita menimba ilmu,” ujarnya.
Yang paling disorot, kata dia, adalah soal beasiswa. Bupati meminta agar anak-anak asli Sidrap, terutama dari keluarga kurang mampu, diberi perhatian khusus untuk mendapatkan beasiswa KIP Kuliah.
“Jangan sampai ada anak kita yang mau kuliah tapi terhalang biaya. KIP Kuliah ini harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tegasnya.
Pemkab Sidrap, lanjutnya, siap mendukung, termasuk dalam penataan lingkungan kampus agar lebih bersih dan nyaman.
Di sisi lain, pihak Unhas menyambut baik dorongan tersebut. Mereka memastikan akan segera melakukan pembenahan fasilitas kampus dalam waktu dekat.
Selain itu, Fakultas Vokasi juga tengah menyiapkan strategi agar kampus di Sidrap makin diminati. Fokusnya pada jurusan yang dekat dengan kebutuhan masyarakat, seperti teknologi peternakan dan tanaman pangan.
Soal beasiswa, Unhas menjelaskan bahwa KIP Kuliah memang diprioritaskan bagi mahasiswa yang memenuhi syarat, misalnya sudah punya KIP saat sekolah atau berasal dari keluarga penerima Program Keluarga Harapan (PKH).
Dengan kerja sama ini, diharapkan makin banyak anak-anak Sidrap yang bisa kuliah tanpa terbebani biaya, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia di daerah. (*)
