Dhian Alifka Azzahra
SIDRAP – Desa memiliki potensi besar, tetapi tanpa promosi yang baik, banyak di antaranya hanya dikenal oleh masyarakat sekitar.
Kondisi itulah yang menjadi perhatian mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 saat melaksanakan pengabdian di Desa Salobukkang, Kecamatan Dua Pitue, Kabupaten Sidrap.
Mereka menemukan bahwa berbagai potensi desa, mulai dari sektor pertanian, UMKM, budaya hingga potensi wisata lokal, belum sepenuhnya terdokumentasi dan tersaji secara optimal di ruang digital.
Padahal, di era internet saat ini, keberadaan informasi digital menjadi salah satu pintu utama untuk memperkenalkan daerah kepada publik yang lebih luas.
Berangkat dari kondisi tersebut, mahasiswa KKN Unhas menghadirkan program Digitalisasi dan Pengembangan Informasi Potensi Desa Berbasis Website yang difokuskan pada pembaruan dan penguatan konten website resmi Desa Salobukkang.
Desa Punya Potensi, Tapi Sulit Ditemukan
Banyak desa memiliki produk unggulan dan sumber daya yang menjanjikan. Namun tanpa publikasi yang baik, potensi tersebut sering kali tidak dikenal oleh calon investor, wisatawan, maupun masyarakat di luar daerah.
Melalui program ini, mahasiswa melakukan pendataan berbagai aset dan potensi desa yang selama ini tersebar dalam berbagai sumber informasi.
Data tersebut kemudian dikumpulkan, disusun, dan dikembangkan menjadi konten digital yang lebih terstruktur untuk ditampilkan di website desa.
Informasi yang dimuat mencakup sektor UMKM, pertanian, budaya lokal, potensi wisata, hingga berbagai keunggulan lain yang dimiliki Desa Salobukkang.
Website Desa Tak Lagi Sekadar Pajangan
Selama ini banyak website desa hanya digunakan sebagai media publikasi kegiatan pemerintahan.
Melalui program KKN tersebut, mahasiswa berupaya mengubah fungsi website menjadi lebih luas, yakni sebagai pusat informasi dan promosi potensi desa.
Dengan tampilan informasi yang lebih lengkap dan mudah diakses, website desa diharapkan mampu menjadi etalase digital yang memperkenalkan Salobukkang kepada masyarakat luas.
Di era pencarian informasi melalui internet, keberadaan data yang tersaji dengan baik dinilai menjadi salah satu faktor penting dalam meningkatkan daya tarik suatu daerah.
Membuka Jendela Desa ke Dunia Digital
Program digitalisasi ini juga bertujuan membantu pemerintah desa dalam mengelola informasi secara berkelanjutan.
Mahasiswa tidak hanya memperbarui data, tetapi juga mendorong pemanfaatan teknologi informasi sebagai bagian dari pelayanan publik dan promosi daerah.
Dengan sistem informasi yang lebih tertata, perangkat desa diharapkan dapat lebih mudah memperbarui data dan menyampaikan informasi kepada masyarakat.
Dari Sidrap untuk Publik yang Lebih Luas
Bagi mahasiswa KKN Unhas, pembangunan desa tidak selalu identik dengan infrastruktur fisik.
Di era digital, memperkuat identitas desa di internet juga menjadi bagian penting dari pembangunan.
Melalui website yang lebih informatif, berbagai potensi yang selama ini tersimpan di Salobukkang memiliki peluang lebih besar untuk dikenal oleh masyarakat luar.
Program ini menjadi salah satu langkah kecil menuju transformasi digital desa, sekaligus membuka peluang agar produk UMKM, sektor pertanian, budaya lokal, dan potensi wisata Salobukkang tidak hanya dikenal di Sidrap, tetapi juga dapat menjangkau publik yang lebih luas melalui dunia digital. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
