Sidrap, katasulsel.com — Di sebuah ruang lobi Kantor Bupati Sidrap, Kompleks SKPD, Rabu (3/6/2026) malam, pergantian jabatan tidak terasa seperti perpisahan yang kaku. Ia lebih mirip pertemuan dua babak yang saling menyambung.

Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang menggelar lepas sambut Ketua Pengadilan Agama Sidrap, sebuah agenda yang di satu sisi menandai berakhirnya tugas, namun di sisi lain menegaskan bahwa pola kerja antar lembaga tetap berjalan tanpa jeda.

Andi Muhammad Yusuf Bakri, Ketua Pengadilan Agama Sidrap sebelumnya, resmi berpindah tugas sebagai Wakil Ketua Pengadilan Agama Makassar Kelas 1A. Posisinya kini dilanjutkan oleh Mun’amah, yang sebelumnya menjabat Wakil Ketua PA Sidrap.

Namun di Sidrap, rotasi jabatan tampak tidak memutus ritme kerja sama yang telah terbentuk. Justru sebaliknya, momen ini menjadi ruang penegasan ulang bahwa sinergi Forkopimda bukan bergantung pada nama, tetapi pada sistem yang terus dirawat.

Acara tersebut dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif, Wakil Bupati Nurkanaah, Wakil Ketua DPRD Rasyid Ridha Bakri, Kapolres AKBP Fantry Taherong, Kajari Adhi Kusumo Wibowo, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, serta jajaran pejabat Pemkab Sidrap dan unsur instansi vertikal lainnya.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin Alrif menyinggung hal yang lebih dari sekadar ucapan terima kasih. Ia menekankan bahwa hubungan antar lembaga di Sidrap selama ini berjalan dalam pola yang stabil dan saling menopang.

“Atas nama pemerintah daerah dan masyarakat Sidrap, kami menyampaikan terima kasih atas pengabdian dan kerja sama yang telah terjalin. Semoga sukses di tempat tugas yang baru,” ujarnya.

Kepada pejabat baru, ia menyampaikan pesan yang sama tegasnya: melanjutkan, bukan memulai dari nol.

“Sinergi yang sudah baik ini harus terus dijaga,” tambahnya.

Sementara itu, Andi Muhammad Yusuf Bakri memilih nada yang tenang dalam perpisahannya. Ia menyampaikan terima kasih atas dukungan selama bertugas, sekaligus memohon maaf atas hal-hal yang mungkin belum sempurna.

Di sisi lain, Mun’amah tidak membawa narasi perubahan besar, melainkan keberlanjutan. Ia menegaskan komitmen untuk melanjutkan pola kerja yang telah terbentuk, terutama dalam pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap sinergi yang sudah terbangun dapat terus diperkuat bersama Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Sidrap,” tuturnya.

Acara kemudian mengalir menjadi ruang keakraban. Tidak ada jarak antara formalitas dan emosi. Cendera mata yang diserahkan Forkopimda kepada pejabat lama menjadi simbol sederhana: bahwa dalam birokrasi, yang berganti hanya posisi, bukan hubungan yang telah dibangun. (*)

Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Sidrap hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Sidrap terbaru di sini

Topik: Sidrap