Wakil Bupati Sidrap, Nurkanaah, turut hadir untuk menegaskan dukungan pemerintah kabupaten terhadap upaya pengendalian inflasi dan penguatan ketahanan pangan.
Menurut Nurkanaah, GPIPS merupakan langkah strategis untuk menjaga stabilitas harga sekaligus memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat, khususnya di kawasan timur Indonesia.
βSebagai daerah lumbung pangan, Sidrap siap berkomitmen mendukung gerakan ini melalui penguatan produksi pertanian, hilirisasi, dan distribusi pangan yang merata,β tandasnya.
Pujian dari pemerintah pusat tentu menjadi kabar baik bagi Sidrap. Namun, ukuran keberhasilan hilirisasi bukan hanya pertumbuhan ekonomi yang tinggi atau banyaknya gabah yang diolah di daerah sendiri.
Yang lebih penting, apakah petani memperoleh harga yang layak? Apakah usaha pengolahan membuka lapangan kerja? Apakah pasokan beras semakin terjaga dan harga pangan tetap terjangkau?
Pertanyaan-pertanyaan itulah yang akan menentukan apakah hilirisasi benar-benar menjadi mesin kesejahteraan, bukan sekadar angka pertumbuhan.
Sidrap telah mendapat sorotan sebagai contoh yang layak dipelajari. Pekerjaan berikutnya adalah memastikan nilai tambah dari sawah tidak berhenti pada laporan ekonomi, tetapi terasa sampai ke rumah-rumah petani.
Sebab, daerah lumbung pangan semestinya bukan hanya dikenal karena banyaknya gabah yang dihasilkan. Daerah itu juga harus kuat karena mampu mengolah hasilnya, menjaga pasokannya, dan menyejahterakan orang-orang yang menanamnya. (edy)
