Jakarta, Katasulsel.com – Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) membawa inovasi pertanian dan pendidikan ke panggung nasional. Daerah berjuluk Bumi Nene Mallomo itu berhasil menembus 57 pemerintah daerah terbaik di Indonesia yang lolos ke tahap presentasi kepala daerah dalam penilaian Innovative Government Award (IGA) 2026.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, memaparkan langsung berbagai terobosan unggulan daerah di hadapan tim penilai Badan Strategi Kebijakan Dalam Negeri (BSKDN) Kementerian Dalam Negeri, Selasa (3/11/2026).
Presentasi berlangsung secara daring dari Mess Pemerintah Daerah Sidrap di Jakarta Pusat. Dalam kesempatan tersebut, Syaharuddin mengangkat tema besar Ekosistem Inovasi Daerah sebagai fondasi pengembangan pemerintahan, pelayanan publik, dan pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat.
Masuknya Sidrap dalam kelompok 57 daerah terbaik menjadi capaian tersendiri. Peserta tahap presentasi merupakan pemerintah daerah dengan capaian tertinggi di masing-masing regional atau klaster setelah melalui proses verifikasi dan pengendalian mutu oleh tim penilai.
Di hadapan tim penilai, Syaharuddin tidak hanya memaparkan konsep inovasi, tetapi juga menampilkan program yang menyentuh kebutuhan masyarakat. Salah satu yang menjadi andalan adalah Listrik Masuk Sawah.
Program ini diarahkan untuk mendorong efisiensi pertanian melalui penyediaan akses listrik di kawasan persawahan. Kehadiran listrik di area pertanian diharapkan membantu petani menekan biaya operasional, terutama dalam mendukung kebutuhan pengairan, sekaligus memperkuat produktivitas sektor pertanian.
Apresiasi Pembenahan Polri, Camellia Lubis Minta Kapolri Beri Perhatian pada Laporan PT LMABagi Sidrap yang dikenal sebagai salah satu daerah penyangga pangan nasional, inovasi tersebut memiliki arti strategis. Pertanian bukan sekadar sektor ekonomi, melainkan sumber penghidupan bagi banyak keluarga dan salah satu penopang utama pembangunan daerah.
Inovasi lainnya yang turut diperkenalkan adalah Digital Robotics for Innovation and Creative Students. Program ini menyasar generasi muda, khususnya pelajar, agar memiliki kesempatan mengembangkan kreativitas, kemampuan teknologi, dan keterampilan robotika.
Melalui program tersebut, Pemkab Sidrap berupaya menyiapkan generasi muda yang tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan gagasan dan karya inovatif untuk menghadapi tantangan masa depan.
Inovasi Harus Menjadi Budaya
Dalam pemaparannya, Syaharuddin juga menekankan pentingnya membangun ekosistem inovasi yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pemerintah daerah, dunia pendidikan, masyarakat, hingga pemanfaatan teknologi.
Pendekatan tersebut menempatkan inovasi bukan sekadar program baru atau kegiatan seremonial. Lebih dari itu, inovasi diharapkan menjadi budaya dalam penyelenggaraan pemerintahan dan kehidupan masyarakat.
Pemerintah daerah dituntut mampu menghadirkan kebijakan yang adaptif, memperbaiki kualitas pelayanan publik, serta mencari solusi atas persoalan yang dihadapi warga.
Menariknya, dalam sesi presentasi, moderator memberikan apresiasi kepada Syaharuddin dengan menyebutnya sebagai salah satu bupati terbaik di Sulawesi Selatan.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi Pemkab Sidrap untuk terus memperkuat inovasi dan memastikan program yang dijalankan memberikan manfaat nyata.
Syaharuddin juga memanfaatkan forum nasional itu untuk memperluas pengenalan inovasi daerah. Ia secara terbuka mengundang salah satu media nasional agar melakukan peliputan langsung terhadap program Listrik Masuk Sawah di Sidrap.
Langkah tersebut diharapkan dapat memperkenalkan praktik inovasi dari daerah kepada masyarakat luas sekaligus membuka peluang agar program serupa menjadi referensi bagi daerah lain.
Dihadiri Wakil Mendagri
Tahapan presentasi kepala daerah merupakan bagian penting dalam proses penilaian IGA 2026. Forum ini menjadi kesempatan bagi pemerintah daerah untuk menjelaskan substansi inovasi, pelaksanaan program, dampak yang dihasilkan, serta strategi pengembangannya secara berkelanjutan.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Menteri Dalam Negeri Akhmad Wiyagus, perwakilan kementerian dan lembaga, kalangan akademisi, serta media yang terlibat dalam proses penilaian.
Syaharuddin didampingi Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Mahluddin Sam, Kepala Bapperida Herwin, Kepala Bagian Tata Pemerintahan Fandy Anshary, serta Koordinator Pendamping Inovasi Bapperida Sidrap Muhammad Ammar.
Rangkaian presentasi kemudian dilanjutkan dengan pendalaman materi dan sesi tanya jawab antara tim penilai dengan kepala daerah. Pembahasan mencakup substansi inovasi, implementasi di lapangan, dampak terhadap masyarakat, hingga strategi pengembangan ke depan.
Bagi Sidrap, keikutsertaan dalam tahapan IGA 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan bahwa pembangunan daerah tidak hanya bertumpu pada infrastruktur fisik. Penguatan kualitas sumber daya manusia, pemanfaatan teknologi, dan pembaruan pelayanan publik juga menjadi bagian penting dari agenda pembangunan.
Dengan mengandalkan inovasi yang berangkat dari kebutuhan masyarakat, Sidrap kini membawa ambisi agar berbagai terobosan daerah tidak hanya dikenal di tingkat lokal, tetapi juga mendapat pengakuan dan menjadi inspirasi di tingkat nasional. (*)


