
Wajo, Katasulsel.com — Dulu pernah tersandung kasus korupsi, kini Marsose berbalik menantang. Mantan Ketua Laskar Anti Korupsi Indonesia (LAKI) itu mendesak Aparat Penegak Hukum (APH) di Wajo agar tidak tebang pilih dalam menangani kasus dana hibah Pemkab Wajo.
Menurutnya, masih banyak penerima hibah yang seharusnya diperiksa. Bahkan, dia menyebut ada yang lebih parah dalam mengelola dana tersebut, tapi tetap melenggang tanpa tersentuh hukum.
“Saya sudah jalani hukuman, keluar dengan kepala tegak. Padahal, yang saya hadapi hanya soal administrasi. Sekarang, saya tantang APH periksa semua penerima hibah lainnya. Jangan ada yang kebal hukum,” kata Marsose, Jumat, 14 Maret 2025.

Marsose Pegang Data
Tak sekadar bicara, Marsose mengklaim memiliki dokumen penting yang bisa mengungkap siapa saja penerima dana hibah dan bagaimana mereka mengelolanya.
Bersambung…
“Semua ada di tangan saya. Saya tahu siapa yang dapat dan bagaimana pengelolaannya. Jangan sampai hukum hanya tajam ke bawah dan tumpul ke atas,” ujarnya tegas.
Ia menambahkan, dorongan ini bukan karena dendam, melainkan upaya membuktikan bahwa hukum harus adil untuk semua.
Siap Lapor dan Buka Data
Lebih dari sekadar desakan, Marsose siap berkolaborasi dengan pihak kepolisian maupun kejaksaan untuk membongkar dugaan korupsi hibah ini. Ia menegaskan akan menyerahkan seluruh catatan yang dimilikinya.
“Siap! Diminta atau tidak, saya akan laporkan. Kalau memang ingin bersih, ayo kita bongkar semuanya. Kalau perlu, Polda dan Kejati saya datangi,” tutupnya.
Kini, bola ada di tangan APH Wajo. Apakah desakan ini akan ditindaklanjuti atau sekadar jadi angin lalu? Kita tunggu langkah mereka selanjutnya. (***)