
Sidrap, katasulsel.com — Sidrap bergetar. Satu nyawa melayang. Keadilan diuji. Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif (SAR) tak tinggal diam.
Jumat (28/3), siang, ia hadir di Mako Polres Sidrap, menyaksikan langsung press release pengungkapan kasus pembunuhan Muhammad Irwan Gazali alias Wawan (32).
Bukan hanya bupati, Dandim 1420, Ketua DPRD, Wakil Ketua Pengadilan Negeri, dan perwakilan dari Kejari Sidrap, juga turut hadir.

Jelas. Kehadiran mereka bukan sekadar formalitas. Ini pesan kuat: hukum harus ditegakkan, korban harus mendapatkan keadilan.
Dari awal, SAR sudah ikut mengawal kasus ini. Begitu kabar pembunuhan tersiar, ia bersama Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong dan Dandim 1420 dan Kajari, langsung turun ke TKP.
Bukan sekadar melihat-lihat, tapi memberi dukungan moril kepada keluarga korban.
Saat berbicara di hadapan awak media, SAR tak ragu menyampaikan apresiasi kepada Kapolres dan jajarannya.
“Saya hampir tak percaya kasus ini bisa terungkap dengan cepat. Ini kerja luar biasa. Kita semua harus kawal demi keadilan,” tegasnya.
Di sisi lain, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) Sidrap, Edy Basri, punya pandangan sendiri.
Ia justru memberi apresiasi kepada SAR dan unsur Forkopimda yang hadir.
Edy menyebut itu sejarah. Baru kali ini ada pengungkapan kasus yang dihadiri unsur penting daerah. Bupati, Ketua DPRD dan lainnya, “Ini langkah maju untuk Sidrap, terutama dalam hal penegakan hukum,” katanya.
Bersambung…
Namun, tak berhenti di situ. Edy yang juga pemimpin redaksi Katasulsel.com itu mengacungkan jempol setinggi-tingginya untuk Kapolres, Kasat Reskrim, dan Unit Resmob Polres Sidrap.
“Jujur, awalnya banyak yang pesimis, termasuk saya. Soalnya, semua terlihat rapi, hampir tanpa petunjuk. Tapi hari ini, polisi membuktikan, mereka bisa,” ujarnya.
Kapolres Fantry memastikan, tersangka berinisial AP (18) sudah diamankan. Ia tak menghadirkan di ruangan itu. Satu pertimbangan, tersangka masih di bawah umur. Namun, ia memastikan proses hukum berjalan sesuai aturan. Tak ada kompromi.
Di bawah nahkoda SAR (Bupati) dan Fantry (Kapolres), Sidrap kini punya harapan. Hukum tak boleh tumpul ke atas, tajam ke bawah. Keadilan bukan sekadar kata-kata. Dan di hari itu, keadilan mulai menemukan jalannya.(*)
Tinggalkan Balasan