SIDRAP — Hitung mundur menuju Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) Sulawesi Selatan XVIII mulai berjalan.
November masih beberapa bulan lagi. Namun di balik layar, persiapan sudah memasuki fase yang lebih serius. Konsolidasi organisasi diperkuat, administrasi atlet diverifikasi, dan strategi perebutan medali mulai disusun.
Di Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), denyut persiapan itu mulai terasa.
Setelah kepengurusan Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sidrap resmi dilantik pada Senin (10/8/2026) di Gedung Saromase, Kompleks SKPD Sidrap, jajaran pengurus langsung bergerak melakukan pemantapan organisasi dan koordinasi dengan berbagai pihak.
Salah satu agenda penting dilakukan melalui pertemuan validasi keabsahan atlet yang digelar KONI Sulawesi Selatan di Makassar, Rabu (12/8/2026).
Forum tersebut menjadi tahapan krusial menjelang pelaksanaan Porprov XVIII yang akan dipusatkan di Kabupaten Wajo dan Bone pada November mendatang.
Sidrap menjadi salah satu dari enam kabupaten/kota yang diundang dalam rapat tersebut.
Pertemuan dipimpin langsung Ketua I KONI Sulsel, Herman Hading, dengan agenda utama memastikan status dan keabsahan atlet yang akan berlaga pada pesta olahraga terbesar tingkat provinsi tersebut.
Validasi atlet menjadi bagian penting untuk menjaga integritas kompetisi. Dalam dunia olahraga, proses ini dikenal sebagai “pembersihan jalur kompetisi”, memastikan seluruh atlet yang tampil benar-benar memenuhi syarat sesuai regulasi yang ditetapkan.
Berdasarkan Surat Keputusan KONI Sulsel Nomor 056/SK/VII/2026 tentang Penetapan Nama-Nama Atlet Cabang Olahraga KONI Kabupaten/Kota se-Sulawesi Selatan Peserta Porprov XVIII Tahun 2026 Wajo-Bone, Kabupaten Sidrap tercatat akan mengikuti 24 cabang olahraga.
Jumlah atlet yang akan membawa nama Bumi Nene Mallomo mencapai 209 orang.
Angka tersebut menunjukkan keseriusan Sidrap dalam menghadapi persaingan antar-daerah yang diperkirakan berlangsung ketat.
Bagi KONI Sidrap, validasi atlet bukan sekadar urusan administrasi.
Tahapan ini merupakan fondasi awal sebelum memasuki persaingan sesungguhnya di arena pertandingan.
Dengan daftar atlet yang telah ditetapkan, fokus berikutnya adalah peningkatan kesiapan fisik, teknik, mental bertanding, serta penguatan target prestasi di setiap cabang olahraga.
Porprov XVIII sendiri diprediksi menjadi salah satu ajang olahraga terbesar yang pernah digelar di Sulawesi Selatan dalam beberapa tahun terakhir. Selain menjadi arena perebutan medali, ajang ini juga menjadi panggung pembuktian kualitas pembinaan olahraga di setiap daerah.
Bagi Sidrap, keikutsertaan 209 atlet bukan hanya tentang angka.
Di balik setiap nama yang tercantum dalam daftar resmi KONI Sulsel, tersimpan harapan daerah, kerja keras pelatih, serta mimpi untuk mengibarkan panji-panji Bumi Nene Mallomo di podium juara.
Mesin olahraga Sidrap kini mulai dipanaskan.
Dan November nanti, panggung pembuktiannya ada di Wajo dan Bone.
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
