Sidrap, Katasulsel.com – Arus kedatangan sekitar 72 ribu peserta, official, dan tamu dari berbagai daerah ke Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dalam gelaran Pekan Olahraga, Seni, dan Pembelajaran (Porsenijar) PGRI Sulawesi Selatan 2026 menjadi penanda perubahan wajah Bumi Nene Mallomo.
Daerah yang selama ini dikenal sebagai salah satu lumbung pangan nasional itu kini mulai menjelma sebagai magnet penyelenggaraan event berskala besar di Sulawesi Selatan. Ribuan orang datang, hotel dan penginapan dipenuhi tamu, rumah makan ramai dikunjungi, sementara pelaku UMKM menikmati meningkatnya aktivitas ekonomi selama perhelatan berlangsung.
Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif, menilai penyelenggaraan berbagai event merupakan bagian dari strategi pemerintah daerah untuk menggerakkan ekonomi sekaligus memperkenalkan potensi Sidrap kepada masyarakat luas.
Menurutnya, setiap kegiatan yang digelar tidak hanya menghadirkan kompetisi atau hiburan, tetapi juga menjadi ruang promosi daerah, membuka peluang usaha bagi masyarakat, serta menghidupkan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif.
Porsenijar PGRI Sulsel 2026 menjadi salah satu bukti kapasitas Sidrap sebagai tuan rumah event berskala besar. Selama lima hari pelaksanaan, puluhan ribu peserta dari 24 kabupaten dan kota memadati sejumlah venue pertandingan yang dipusatkan di Stadion Ganggawa dan berbagai lokasi lainnya.
Namun, geliat event di Sidrap tidak berhenti di sana.
Kabupaten ini telah memiliki kalender kegiatan yang semakin padat setiap tahunnya. Di sektor olahraga otomotif, Sirkuit Puncak Mario menjadi arena penyelenggaraan Yamaha Cup Race dan Sulawesi Cup Race yang menghadirkan pembalap dari berbagai provinsi.
Pada cabang olahraga lainnya, Rappang Run memadukan kompetisi lari dengan panorama persawahan, festival kreatif, serta pemberdayaan UMKM. Sementara Sidrap Cup terus berkembang menjadi salah satu turnamen sepak bola antar kampung terbesar di Sulawesi Selatan.
Di bidang budaya dan potensi lokal, Sidrap rutin menggelar Festival Danau Sidenreng yang menampilkan tradisi Maccera Tappareng, lomba perahu, permainan rakyat, hingga pertunjukan seni budaya. Festival Tani Ternak menjadi etalase inovasi sektor pertanian dan peternakan, sedangkan Saromase Ramadan Fair menghidupkan pusat kuliner dan ekonomi kreatif selama bulan suci.
Syaharuddin Alrif optimistis konsistensi menghadirkan berbagai event akan semakin memperkuat posisi Sidrap sebagai salah satu tujuan sport tourism di Sulawesi Selatan. Menurutnya, olahraga, budaya, dan potensi lokal merupakan kekuatan yang dapat dikolaborasikan untuk menghadirkan manfaat ekonomi sekaligus membangun citra daerah.
Dengan jumlah pengunjung yang terus meningkat dari berbagai agenda, Sidrap kini tidak lagi hanya dikenal sebagai daerah penghasil beras. Bumi Nene Mallomo perlahan membangun identitas baru sebagai kabupaten yang mampu menghadirkan event besar dan menarik puluhan ribu orang datang setiap tahunnya.(*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
