Sidrap, Katasulsel.com – Pemerintah Daerah Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) bersama PT Pupuk Indonesia (Persero) menggelar rapat koordinasi (rakor) guna membahas mitigasi penyaluran pupuk bersubsidi di wilayah Sidrap. Pertemuan strategis tersebut berlangsung di Ruang Rapat Bupati Sidrap, Selasa (19/5/2026).
Rapat dipimpin langsung oleh Bupati Sidrap, Syaharuddin Alrif. Agenda ini dilaksanakan sebagai langkah antisipasi agar distribusi pupuk bersubsidi kepada para petani dapat berjalan tepat sasaran, tepat waktu, dan sesuai dengan alokasi yang telah ditetapkan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut perwakilan PT Pupuk Indonesia, Aidil; Asisten Ekonomi dan Pembangunan, Andi Patahangi Nurdin; Asisten Administrasi Umum, Nasruddin Waris; Kepala Dinas Pengelolaan Sumber Daya Air (PSDA), Andi Safari Renata; serta Kepala Dinas TPHPKP (Pertanian), Ibrahim bersama jajaran.
Hadir pula Kepala Bagian Ekonomi, Haris Alimin; Sekretaris Dinas Perdagangan, Akbar; Ketua Kontak Tani Nelayan Andalan (KTNA), Abdul Samad; para pelaku usaha pendistribusian, distributor pupuk, serta tamu undangan lainnya.
Camat Paling Merakyat Versi Pembaca
Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.
Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.
1 perangkat/IP = 1 suara
Fokus pembahasan rakor meliputi pendataan penerima, pengawasan di tingkat distributor dan kios, hingga mekanisme penanganan kendala atau keterlambatan di lapangan.
Dalam arahannya, Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif mengapresiasi capaian target penjualan pupuk tahun 2025 yang dipaparkan oleh pihak Pupuk Indonesia. Tercatat, volume penjualan di Kabupaten Sidrap mencapai sekitar 58.000 ton dengan nilai kurang lebih Rp90 miliar.
Jika dihitung dari sisi pembelian masyarakat, perputarannya mencapai Rp180 miliar hingga Rp200 miliar per tahun untuk pupuk urea dan Phonska, belum termasuk pupuk nonsubsidi.
βKalau dirata-ratakan, biaya pupuk per hektar saat ini sekitar Rp1,5 juta hingga Rp1,8 juta untuk sekali panen. Dengan total produksi pertanian kita yang mencapai Rp4,9 triliun, komposisi biaya pupuk berada di kisaran 10 hingga 20 persen. Artinya, potensi penjualan pupuk di Sidrap pada tahun 2025 seharusnya bisa melewati angka Rp200 miliar,β ujar Syaharuddin.
