Makassar, Katasulsel.com — Pemerintah Kota Makassar mulai menata ulang kawasan strategis Benteng Fort Rotterdam dengan langkah yang menyentuh langsung pelaku usaha kecil. Pedagang kelapa muda yang selama ini berjualan di sekitar kawasan wisata sejarah itu akan dipindahkan ke lokasi baru di Pasar Kampung Baru, Kecamatan Ujung Pandang.

Langkah ini bukan penghapusan usaha, melainkan penggeseran aktivitas agar kawasan wisata tetap tertib, bersih, dan kembali sesuai fungsi ruang publiknya.

Direktur Operasional Perumda Pasar Makassar Raya, Rusli Patara, menegaskan bahwa pedagang tetap diberi ruang untuk berusaha, hanya saja dengan tempat yang lebih tertata.

“Pedagang tetap bisa berjualan. Yang dipindahkan itu lokasi, bukan mata pencaharian mereka,” ujarnya.

Relokasi ini menyasar sekitar 18 pedagang kelapa muda dengan penyiapan sekitar 20 los di area depan Pasar Kampung Baru. Lokasi tersebut dipilih karena masih berada di pusat kota dan tidak jauh dari titik awal mereka berjualan, hanya sekitar ratusan meter dari Benteng Rotterdam.

Pemerintah menyiapkan fasilitas dasar seperti tenda, area penyimpanan, hingga penataan lapak agar pedagang bisa langsung beraktivitas tanpa kehilangan pelanggan.

Lebih jauh, kawasan Pasar Kampung Baru juga akan dikembangkan menjadi sentra kuliner baru di Makassar. Konsepnya diarahkan ke pusat kuliner malam, lengkap dengan penataan lampu, tenda yang lebih rapi, dan ruang makan yang lebih nyaman bagi pengunjung.

“Ke depan ini bukan sekadar relokasi, tapi penguatan ekonomi kuliner di satu titik baru,” kata Rusli.

Di sisi lain, Camat Ujung Pandang, Nanin Sudiar, menyebut proses ini sudah melalui tahapan panjang, mulai dari sosialisasi hingga pemberian peringatan kepada pedagang.

Menurutnya, pemerintah memilih lokasi relokasi yang masih dekat agar pedagang tidak kehilangan akses pasar.