Sidrap, katasulsel.com — Masjid Agung Pangkajene, Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap), Sabtu (13/6/2026), dipadati jamaah dari berbagai wilayah. Safari Dakwah yang menghadirkan Pipik Dian Irawati alias Umi Pipik bersama Ustazah Zaenab ini tidak sekadar menjadi agenda keagamaan, tetapi juga ruang penguatan nilai-nilai moral di tengah derasnya arus modernisasi.
Kegiatan tersebut dihadiri Bupati Sidrap Syaharuddin Alrif bersama Wakil Bupati Nurkanaah, Sekretaris Daerah Andi Rahmat Saleh, Ketua TP PKK, pengurus DWP, jajaran pejabat daerah, serta masyarakat yang memenuhi area masjid sejak siang hari.
Sejak awal acara, suasana berlangsung khidmat. Jamaah terlihat antusias menyimak setiap rangkaian tausiah yang disampaikan kedua penceramah, yang menitikberatkan pada pembentukan karakter umat, khususnya generasi muda.
Isi dakwah yang disampaikan menegaskan bahwa tantangan terbesar saat ini bukan hanya soal ekonomi atau teknologi, tetapi juga bagaimana menjaga iman, akhlak, dan ketahanan moral keluarga di tengah perubahan zaman.
Dalam tausiah tersebut, Umi Pipik menekankan pentingnya peran keluarga sebagai benteng utama pendidikan anak. Rumah, menurutnya, adalah tempat pertama anak belajar nilai kehidupan—mulai dari adab, kebiasaan ibadah, hingga cara bersikap dalam pergaulan.
Ia juga mengingatkan bahwa di era digital, pengawasan terhadap anak tidak cukup hanya dengan larangan, tetapi harus dibarengi dengan keteladanan dan kedekatan emosional dalam keluarga.
Sementara itu, Ustazah Zaenab menyoroti pentingnya memperkuat kecintaan terhadap Al-Qur’an sebagai pedoman hidup. Ia mengajak jamaah untuk tidak hanya membaca, tetapi juga mengamalkan nilai-nilai Al-Qur’an dalam kehidupan sehari-hari.
Bupati Sidrap dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran kedua tokoh dakwah tersebut. Ia menilai kegiatan seperti ini menjadi penguat spiritual masyarakat sekaligus mempererat silaturahmi antara pemerintah dan warga.
“Kehadiran beliau membawa keberkahan dan manfaat yang besar bagi masyarakat Sidrap,” ujarnya.
Lebih jauh, ia menegaskan bahwa Sidrap memiliki identitas kuat sebagai daerah religius dan dikenal sebagai salah satu wilayah dengan banyak penghafal Al-Qur’an. Karena itu, semangat dakwah perlu terus dijaga dan diperkuat.
Pesan utama dari kegiatan ini mengerucut pada satu hal: membangun generasi Qur’ani bukan hanya tugas lembaga pendidikan atau pemerintah, tetapi kerja bersama seluruh elemen masyarakat, dimulai dari keluarga sebagai fondasi utama.
Safari Dakwah di Sidrap ini pun menjadi pengingat bahwa di tengah derasnya perubahan zaman, nilai-nilai Al-Qur’an tetap menjadi kompas utama dalam membentuk generasi yang berakhlak, cerdas, dan berkarakter.(*)
