Katasulsel.com — Timnas Portugal kini semakin sering disebut sebagai salah satu kandidat paling serius juara Piala Dunia 2026. Komposisi skuad yang merata di semua lini membuat tim berjuluk “Seleção das Quinas” itu dinilai berada di era generasi emas terbaik dalam sejarah mereka.

Pandangan itu datang dari sosok yang tak asing di dunia sepak bola Sidrap, eks kiper fenomenal, Yahya Syam, dalam wawancara khusus bersama katasulsel.com, Selasa, 16 Juni 2026.

Menurutnya, Portugal saat ini bukan hanya kuat di atas kertas, tetapi juga matang secara mental dan kolektif permainan.

“Portugal sekarang bukan tim yang bergantung pada satu-dua pemain. Semua lini hidup. Ini tim paling siap untuk juara dunia,” ujar Yahya Syam di Warkop Anju Pangkajene.

Sorotan utama tertuju pada lini tengah Portugal yang disebut paling komplet di dunia saat ini. Kreativitas dan kontrol permainan bertumpu pada Bruno Fernandes, Bernardo Silva, serta Vitinha yang membuat ritme permainan tetap stabil sekaligus tajam.

Di lini belakang, Portugal memiliki benteng kokoh lewat Rúben Dias yang menjadi pemimpin pertahanan. Sementara di sisi sayap, Rafael Leão memberi ancaman kecepatan yang sulit dibendung lawan.

Nama besar Cristiano Ronaldo juga tetap menjadi sorotan. Meski tidak muda lagi, Ronaldo akan mencatat sejarah dengan partisipasi keenamnya di Piala Dunia, membawa pengalaman dan mental juara yang masih sangat berpengaruh di ruang ganti.

Di balik racikan taktik, pelatih Roberto Martínez dinilai berhasil membangun Portugal yang lebih fleksibel, cepat beradaptasi, dan mampu menyerang dari berbagai skema.

Yahya Syam menilai, kekuatan utama Portugal justru terletak pada keseimbangan tim, bukan hanya nama besar.

“Sekarang semua pemain bisa jadi pembeda. Itu yang bikin Portugal berbahaya di turnamen besar,” katanya.

Dengan kedalaman skuad, keseimbangan antar lini, serta pengalaman bertanding di level tertinggi Eropa, Portugal disebut memiliki paket lengkap untuk berburu gelar juara dunia pertama mereka.

“Kalau konsisten dan tidak goyah di momen besar, Portugal sangat mungkin juara,” tutup Yahya Syam. (*)