Parepare, Katasulsel.com — Getaran gempa bumi yang berpusat di Palu, Sulawesi Tengah, dengan kekuatan magnitudo 6,7, turut dirasakan hingga Kota Parepare, Sulawesi Selatan, Selasa (16/6/2026) sekitar pukul 11.27 Wita.
Getaran yang berlangsung singkat itu cukup membuat situasi di sejumlah titik kota berubah cepat. Aktivitas warga yang semula normal mendadak berubah menjadi kepanikan.
Di salah satu warung kopi di kawasan Jalan Pinggir Laut, Kelurahan Ujung Sabbang, Kecamatan Ujung, suasana yang awalnya santai langsung berubah seperti “injury time” dalam pertandingan sepak bola yang penuh tekanan.
Sejumlah pengunjung tiba-tiba berdiri dan berhamburan keluar ke jalan. Beberapa di antaranya bahkan sempat berteriak menyebut “gempa” sambil mencari tempat yang dianggap lebih aman.
Dalam hitungan detik, area warkop yang biasanya penuh obrolan santai berubah menjadi titik kumpul darurat warga.
Namun menariknya, tidak semua pengunjung langsung menyadari apa yang terjadi. Sebagian warga mengaku awalnya mengira tubuh mereka terasa pusing atau “oleng” akibat aktivitas biasa.
Salah seorang warga, Wahyu, mengatakan dirinya sempat mengira kondisi tubuhnya yang tidak stabil sebelum menyadari adanya guncangan.
“Pas saya duduk minum kopi, tiba-tiba terasa seperti goyang. Saya kira saya yang pusing, ternyata memang gempa,” ujarnya.
Begitu menyadari situasi, ia langsung memilih keluar dari bangunan dan bergabung ke area terbuka di jalan.
“Langsung saya lari keluar. Takut kalau masih ada getaran susulan, jadi saya pilih di luar saja,” tambahnya.
Wahyu memperkirakan guncangan berlangsung sekitar 30 detik dan terjadi lebih dari satu kali getaran.
“Sebentar ji, tapi terasa dua kali. Lumayan bikin panik,” katanya.
Kondisi serupa juga terjadi di beberapa titik lain di Kota Parepare. Warga yang sedang beraktivitas di dalam rumah maupun tempat usaha ikut berhamburan keluar ke area terbuka sebagai langkah antisipasi.
BMKG mencatat pusat gempa berada di wilayah Palu, Sulawesi Tengah, pada kedalaman dan lokasi yang masih dalam pemantauan lebih lanjut.
Meski tidak ada laporan kerusakan besar di Parepare, kepanikan sempat mewarnai suasana kota dalam beberapa menit setelah getaran terasa.
Sejumlah warga memilih tetap berada di luar bangunan untuk mengantisipasi kemungkinan gempa susulan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi terkait dampak kerusakan maupun korban akibat gempa tersebut di wilayah Sulawesi Selatan. (tp)
