Penulis:
ANDI EL SYECHILAH ANGELFATH AMBARANI

PAREPARE – Upaya pencegahan stunting tidak cukup dilakukan saat anak sudah lahir. Kesadaran itulah yang mendorong Angel, mahasiswa Program Studi Ilmu Gizi yang tengah menjalani Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) 116, menggelar program edukasi bertajuk “Kenali LiLA, Cegah Stunting” di Kelurahan Mallusetasi, Kota Parepare.

Program tersebut menyasar wanita usia subur (WUS) dan ibu hamil sebagai kelompok yang memiliki peran penting dalam mencegah stunting sejak awal kehidupan. Melalui kegiatan ini, peserta diajak memahami bahwa stunting bukan sekadar persoalan tinggi badan anak, melainkan masalah yang dapat berulang dari satu generasi ke generasi berikutnya apabila tidak dicegah sejak dini.

Dalam pemaparannya, Angel menjelaskan bahwa anak perempuan yang mengalami stunting berisiko tumbuh dengan kondisi gizi yang kurang optimal hingga dewasa. Ketika memasuki masa kehamilan, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi kesehatan janin yang dikandungnya.

“Karena itu, pencegahan stunting harus dimulai sejak sebelum kehamilan. Salah satu langkah sederhana yang bisa dilakukan adalah memantau status gizi melalui pengukuran Lingkar Lengan Atas atau LiLA,” jelasnya.

Kegiatan berlangsung interaktif dengan menggabungkan edukasi dan praktik langsung. Peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya status gizi perempuan sebelum dan selama kehamilan, kemudian diajarkan cara mengukur LiLA secara mandiri menggunakan pita ukur khusus.

Tidak hanya mendapatkan materi, setiap peserta juga menerima pita LiLA untuk dibawa pulang sebagai alat pemantauan sederhana yang dapat digunakan kapan saja tanpa harus menunggu pelayanan kesehatan atau jadwal posyandu.

Menurut Angel, langkah kecil tersebut diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan dan kecukupan gizi sejak masa remaja hingga kehamilan.

“Saya ingin masyarakat tidak hanya mengenal LiLA, tetapi juga memahami manfaatnya. Jika kondisi gizi ibu baik sejak sebelum hamil, risiko stunting pada anak dapat ditekan sehingga rantai stunting antar generasi bisa diputus,” ujarnya.

Program ini mendapat respons positif dari peserta yang antusias mengikuti sesi edukasi dan praktik pengukuran. Banyak di antara mereka baru mengetahui bahwa ukuran Lingkar Lengan Atas dapat menjadi indikator awal untuk mendeteksi risiko kekurangan energi kronis pada perempuan.

Melalui program “Kenali LiLA, Cegah Stunting”, mahasiswa KKNT 116 berharap kesadaran masyarakat Kota Parepare, khususnya di Kelurahan Mallusetasi, semakin meningkat dalam menjaga kesehatan dan gizi perempuan. Dengan demikian, upaya melahirkan generasi yang sehat, cerdas, dan bebas stunting dapat dimulai dari lingkungan keluarga sejak sekarang.

Topik Terkait: Parepare
Topik Terkait:
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Parepare Hari Ini .
Temukan berita terbaru dan terkini seputar Parepare hanya di Katasulsel.com

👉 Lihat semua berita Parepare terbaru di sini