SIDRAP — Jarum jam sudah menunjuk pukul 23.00 Wita. Biasanya orang bersiap istirahat. Tapi di Masjid Agung Pangkajene Sidrap, justru lampu menyala terang. Pemerintah Kabupaten Sidenreng Rappang memilih “main malam” untuk agenda besar: pelantikan 81 pejabat.

Nuansanya khidmat. Tapi pesannya tegas: Sidrap sedang tancap gas.

Bupati Sidrap, H. Syaharuddin Alrif, memimpin langsung pengambilan sumpah jabatan pejabat administrator, pejabat fungsional, serta penyerahan SK penugasan kepala sekolah. Di sampingnya Wakil Bupati Nurkanaah. Hadir pula Kapolres Sidrap AKBP Dr. Fantry Taherong, Ketua DPRD, Sekda, hingga jajaran Forkopimda.

Yang menarik, Komandan Kodim 1420/Sidrap, Letkol Inf Andi Zulhakim Asdar, ikut hadir. Sinyalnya jelas: sinergi TNI dan Pemda solid. Stabilitas aman. Agenda jalan terus.

Sebanyak 81 pejabat resmi dilantik pada malam ke-10 Ramadan itu. Rinciannya: 6 pejabat administrator, 3 pejabat fungsional, 60 kepala sekolah definitif, dan 12 pelaksana tugas (PLT) kepala sekolah.

Ini bukan sekadar rolling jabatan. Ini “recharge mesin” birokrasi.

Prosesi berlangsung lengkap: pembacaan SK, pengambilan sumpah, tanda tangan fakta integritas, hingga ucapan selamat. Semua berlangsung tertib. Tanpa drama.

Dalam sambutannya, Bupati Syaharuddin berbicara lugas. Pendidikan jadi fokus. Ia tidak menutup mata bahwa capaian ATF dan RHS Sidrap masih perlu digenjot.

“Pendidikan menjadi perhatian utama. Dalam satu tahun ke depan, kita targetkan peningkatan kinerja agar IPM Sidrap bisa tembus 80 persen pada 2026,” tegasnya.

Bahasanya sederhana. Tapi targetnya tinggi.

Menurutnya, kunci ada pada kepala sekolah. Di level SD dan SMP, kepemimpinan kepsek menjadi game changer. Kalau kepsek adaptif, sekolah ikut melesat. Kalau kepsek stagnan, sekolah ikut tertahan.

Sekitar 300 kepala sekolah lainnya bahkan sudah antre. Tinggal menunggu proses administrasi di BKN rampung. Artinya, gelombang pembenahan belum selesai.

Bupati juga menegaskan bahwa rotasi dan mutasi itu biasa. Bukan hukuman. Bukan juga hadiah. Ini soal performa.

“Semua akan dinilai berdasarkan kinerja. Pembangunan bukan hanya fisik, tapi tata kelola dan kualitas kepemimpinan,” ujarnya.

Pelantikan malam hari di masjid bukan tanpa makna. Ramadan dijadikan momentum spiritual sekaligus momentum kerja. Bahasa populernya: ibadah jalan, reformasi birokrasi juga jalan.

Kehadiran Dandim 1420/Sidrap mempertegas bahwa agenda pemerintahan berjalan dalam koridor stabilitas. TNI dan Polri hadir. Pengamanan terpadu. Hingga acara berakhir pukul 00.10 Wita, semua aman, tertib, dan lancar.

Sidrap tampaknya sedang memanaskan mesin. Target IPM 80 persen bukan sekadar angka. Ini semacam alarm bahwa pendidikan harus naik kelas.

Midnight ceremony? Boleh jadi. Tapi pesan yang ingin ditegaskan sederhana: Sidrap tidak mau lagi jalan pelan. Gasnya sudah diinjak. (*)