Tipue Sultan EDITOR
Redaktur Katasulsel.com yang mengawal isu publik dan dinamika pembangunan daerah.
Artikel: 384 Lihat semua

SIDRAP, Katasulsel.com — Mutiara, mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Bahasa Indonesia Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang (UMS Rappang), berhasil meraih medali emas pada kompetisi tingkat nasional bertajuk Smart Student of Indonesian Competition (SSID) 2026.

Prestasi tersebut menjadi kebanggaan tersendiri, bukan hanya bagi Mutiara secara pribadi, tetapi juga bagi lingkungan kampus. Di balik keberhasilannya, terdapat perjuangan panjang yang harus ia lalui sebagai mahasiswa PPG sekaligus seorang ibu dari dua anak.

Saat dikonfirmasi, Kamis (5/3/2026), Mutiara mengungkapkan bahwa persiapan mengikuti kompetisi nasional tersebut tidaklah mudah. Ia harus membagi waktu antara tugas perkuliahan, persiapan lomba, serta tanggung jawab sebagai ibu rumah tangga.

“Sebagai mahasiswa PPG sekaligus seorang ibu dengan dua anak, persiapan saya bukan hanya soal belajar, tetapi juga menaklukkan keterbatasan waktu dan tenaga. Saya belajar saat anak-anak tidur, dan di siang hari tetap menyiapkan kebutuhan mereka,” ujar Mutiara.

Menurut dia, mengikuti olimpiade nasional tersebut merupakan bagian dari upaya pengembangan diri. Melalui latihan dan simulasi soal, ia dapat mengidentifikasi kelemahan untuk kemudian memperdalam materi yang belum dikuasai.

“Tantangan terberat adalah mengatur waktu dan energi. Tugas kuliah, praktikum, dan persiapan lomba sering kali datang bersamaan. Ada momen merasa sangat lelah dan hampir menyerah,” katanya.

Namun, ia mengaku terus mengingat alasan perjuangannya, yakni keluarga, cita-cita menjadi guru profesional, serta keinginan untuk membuktikan bahwa keterbatasan bukanlah penghalang untuk berprestasi.

Strategi yang diterapkan Mutiara terbilang sederhana, yakni konsisten belajar setiap hari, memanfaatkan waktu senggang secara efektif, serta menjaga kesiapan mental. Ia juga rutin melakukan evaluasi diri melalui latihan soal.

“Saya selalu mengingat alasan saya berjuang, anak-anak saya dan impian menjadi guru. Itu yang membuat saya tetap melangkah meski dalam kondisi lelah,” ucapnya.

Momen pengumuman sebagai peraih medali emas menjadi pengalaman emosional baginya. Ia mengaku tak kuasa menahan air mata saat namanya disebut sebagai pemenang.

“Saya menangis bukan hanya karena bahagia, tetapi karena semua pengorbanan terbayar. Rasanya luar biasa bisa membuktikan bahwa menjadi ibu dan mahasiswa bukan halangan untuk berprestasi,” tuturnya.

Keberhasilan tersebut, lanjut Mutiara, tidak terlepas dari dukungan keluarga serta pihak kampus. Ia menyampaikan apresiasi kepada pimpinan universitas, pimpinan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP), dosen, serta pengelola PPG di UMS Rappang yang memberikan motivasi dan fasilitas selama persiapan kompetisi.

Bagi Mutiara, medali emas ini bukan sekadar simbol kemenangan, melainkan bukti bahwa konsistensi dan kerja keras akan membuahkan hasil. Ia berharap prestasinya dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain, khususnya yang memiliki keterbatasan waktu dan tanggung jawab besar.

“Jangan takut mencoba. Jangan biarkan keterbatasan menghentikan mimpi. Setiap usaha, sekecil apa pun, pasti berarti,” katanya.

Ke depan, Mutiara berkomitmen untuk terus mengembangkan kompetensi dan menjadi guru yang tidak hanya mengajarkan materi, tetapi juga menanamkan nilai ketekunan, kerja keras, dan percaya diri kepada peserta didik.

Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Sidenreng Rappang, (UMS Rappang) Prof. Dr. H. Jamaluddin Ahmad, S.Sos,M.Si menyampaikan apresiasi atas capaian tersebut. Menurut dia, prestasi Mutiara membuktikan bahwa mahasiswa UMS Rappang mampu bersaing di tingkat nasional.

“Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa kita memiliki kualitas dan daya saing. Ini juga menjadi contoh tidak hanya bagi mahasiswa PPG, tetapi seluruh mahasiswa di berbagai program studi dan fakultas,” ujarnya.

Ia berharap kisah perjuangan Mutiara dapat menjadi inspirasi bagi mahasiswa lain untuk terus berani mencoba dan berprestasi meski di tengah berbagai keterbatasan.

“Jangan pernah merasa kecil karena keterbatasan. Dengan kerja keras, konsistensi, dan dukungan yang tepat, prestasi di tingkat nasional bahkan internasional dapat diraih,” kata Prof. Jamaluddin.(*)

Gambar berita Katasulsel

Anda membaca Katasulsel.com, portal berita tepercaya dan berimbang.

Baca berita pilihan lainnya di saluran WhatsApp kami: Gabung di sini.