Sidrap, katasulsel.com — ITKES Muhammadiyah Sidrap kembali menunjukkan tajinya di panggung pendidikan tinggi kesehatan.
Hasil Uji Kompetensi (UKOM) Profesi Bidan periode April 2026 mencatat capaian yang nyaris sempurna: tingkat kelulusan mencapai 99,21 persen.
Dari total 254 peserta, sebanyak 252 dinyatakan kompeten. Angka ini bukan sekadar statistik, melainkan refleksi dari learning outcome achievement—indikator utama dalam ekosistem pendidikan tinggi modern yang menekankan hasil nyata, bukan hanya proses.
Di tengah ketatnya standar UKOM yang dikenal sebagai high-stakes exam, capaian ini menempatkan lulusan kebidanan ITKES Muhammadiyah Sidrap dalam kategori top tier graduates—siap masuk ke dunia kerja dengan clinical readiness yang teruji.
Keberhasilan ini tidak lahir secara instan. Institusi menerapkan pendekatan competency-based education yang dipadukan dengan evidence-based learning.
Mahasiswa tidak hanya dibekali teori, tetapi juga diasah melalui intensive mentoring, mock test, hingga simulasi UKOM yang dirancang menyerupai kondisi riil.
Dalam perspektif akademik, strategi ini dikenal sebagai constructive alignment—keselarasan antara kurikulum, metode pembelajaran, dan sistem evaluasi.
Hasilnya terlihat jelas: gap antara pembelajaran di kampus dan tuntutan profesi berhasil ditekan seminimal mungkin.
Lebih dari itu, pendekatan pendidikan di ITKES Muhammadiyah Sidrap juga mengintegrasikan nilai Al-Islam dan Kemuhammadiyahan.
Ini membentuk profil lulusan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki ethical competence dan professional integrity—dua aspek yang semakin krusial dalam dunia kesehatan.
Capaian 99,21 persen ini juga bisa dibaca sebagai keberhasilan dalam membangun academic ecosystem yang solid. Peran dosen, pembimbing klinik, hingga seluruh civitas akademika menjadi bagian dari collaborative learning environment yang mendorong mahasiswa mencapai performa optimal.
Apresiasi pun mengalir bagi para mahasiswa Profesi Bidan yang berhasil melewati fase krusial ini. Dalam terminologi kampus, mereka telah “lulus dari gerbang akhir”—exit exam yang menentukan transisi dari dunia akademik ke dunia profesional.
Dengan capaian ini, posisi ITKES Muhammadiyah Sidrap semakin menguat sebagai institusi yang mengedepankan quality assurance dan continuous improvement dalam setiap lini pendidikan.
Ke depan, para lulusan ini tidak hanya diharapkan menjadi tenaga kesehatan, tetapi juga agent of change di masyarakat—garda terdepan dalam meningkatkan kualitas kesehatan ibu dan anak.
Rektor Dr. Muhammad Tahir, SKM, M.Kes menegaskan bahwa capaian ini merupakan buah dari konsistensi institusi dalam menjaga standar mutu pendidikan.
