Sidrap, katasulsel.com — Siapa sangka, ikan yang di Jakarta diburu dan dibasmi karena dianggap merusak, justru “naik derajat” di Sidrap. ikan sapu-sapu kini dilirik warga sebagai solusi murah untuk pakan ternak.

Ikan ini memang bukan barang langka. Di berbagai daerah, sapu-sapu bisa ditemukan hampir di semua perairan tawar—mulai dari sungai kecil hingga danau besar. Di Sidrap sendiri, populasinya terbilang melimpah karena berkembang biak di aliran sungai hingga Danau Sidenreng.

Kondisi itu yang kemudian dimanfaatkan warga. Alih-alih dianggap hama semata, ikan ini justru ditangkap dan diolah menjadi pakan ternak, mulai dari bebek hingga ikan budidaya.

Kalau di kota besar ikan ini dianggap pengganggu ekosistem, di Sidrap ceritanya beda. Warga malah melihatnya sebagai peluang.

Bukan tanpa alasan. Harga pakan ternak yang terus naik memaksa peternak mencari alternatif. Ikan sapu-sapu pun jadi pilihan karena mudah didapat dan nyaris tanpa biaya.

“Daripada dibuang, lebih baik dimanfaatkan,” jadi prinsip yang dipegang warga.

Sebelum diberikan ke ternak, ikan ini biasanya dibersihkan dan diolah lebih dulu. Cara sederhana ini cukup membantu menekan biaya produksi, terutama bagi peternak kecil.

Fenomena ini jadi contoh unik: sesuatu yang dianggap masalah di satu daerah, bisa berubah jadi solusi di tempat lain.

Meski begitu, warga tetap diingatkan untuk memperhatikan cara pengolahan, mengingat habitat ikan ini yang sering berada di perairan kurang bersih.

Dari sungai hingga danau, dari hama jadi manfaat—di Sidrap, ikan sapu-sapu membuktikan bahwa setiap masalah bisa punya nilai, kalau dilihat dari sudut yang berbeda.(*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita