Ia kemudian diduga berkomunikasi melalui WhatsApp dengan seseorang berinisial I untuk mengambil barang di lokasi tertentu.

Barang tersebut kemudian dibawa dan disimpan sebelum diedarkan.

Polisi menyebut RA diduga berperan sebagai kurir, sementara motif yang didalami berkaitan dengan kebutuhan ekonomi sehari-hari.

Jaringan tersebut disebut berkaitan dengan jaringan lintas Sulawesi.

Namun, siapa saja pihak lain yang berada di balik jaringan tersebut masih menjadi bagian dari pengembangan penyidikan.

Bukan Hanya Menangkap Kurir

Kasus ini kini tidak berhenti pada RA.

Polres Kolaka Utara menyatakan pengembangan akan dilakukan untuk mengungkap jaringan yang lebih besar.

Dengan demikian, tantangan bagi jajaran yang dipimpin AKBP Andi Sofyan bukan hanya mengungkap orang yang diduga berperan sebagai kurir, tetapi juga menelusuri dari mana barang tersebut berasal dan kepada siapa jaringan itu terhubung.

RA bersama barang bukti telah dibawa ke Mapolres Kolaka Utara untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

Selain hampir satu kilogram barang yang diduga sabu, polisi turut mengamankan telepon seluler Vivo V50 Lite serta dua sepeda motor, Yamaha Force dan Honda CRF 150L.

Awal Masa Jabatan yang Langsung Diwarnai Pengungkapan

Bagi AKBP Andi Sofyan, perkara ini menjadi bagian dari catatan awal kepemimpinannya di Polres Kolaka Utara.

Ia baru beberapa hari menjalankan tugas sebagai Kapolres ketika jajaran kepolisian setempat mengungkap perkara narkotika tersebut.

Meski pengungkapan merupakan kerja tim Satresnarkoba dan jajaran Polres Kolaka Utara, perkara ini menjadi salah satu pekerjaan penting yang kini berada dalam kendali kepemimpinan baru Polres Kolaka Utara.

Terlebih, polisi masih memiliki pekerjaan lanjutan: membongkar mata rantai jaringan yang disebut melintas antarwilayah di Sulawesi.

Sebab, hampir satu kilogram barang yang diduga sabu itu bukan hanya berbicara tentang seorang kurir.

Ada asal barang, ada jalur distribusi, ada penerima, dan ada pihak lain yang masih harus diungkap melalui penyidikan.

Di titik inilah pengembangan perkara menjadi penting.

Dan bagi AKBP Andi Sofyan, babak awal kepemimpinannya di Kolaka Utara kini dibuka dengan satu pekerjaan besar: memastikan pengungkapan tidak berhenti pada orang yang berada di lapangan.