Jakarta, katasulsel.com β€” Kursi orang nomor satu di Kepolisian Negara Republik Indonesia mulai jadi bahan obrolan banyak kalangan.

Di internal polisi mulai ramai. Di media sosial juga ikut bergerak. Nama-nama jenderal bintang tiga perlahan muncul ke permukaan jelang berakhirnya masa kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo.

Dari sekian nama, satu yang belakangan paling sering muncul adalah Suyudi Ario Seto.

Namanya memang bukan tipe yang tiap hari tampil gaduh di televisi. Tapi justru itu yang bikin banyak orang mulai melirik.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Kariernya sunyi, tapi jejaknya panjang.

Suyudi bukan jenderal yang lahir dari meja rapat. Ia besar dari lapangan. Dari dunia reserse. Dari jalanan Jakarta yang keras.

Ia pernah jadi Kanit Resmob Polda Metro Jaya. Pernah juga memimpin Polsek Tanah Abang, Penjaringan, sampai Pasar Minggu.

Bagi polisi, posisi-posisi itu bukan tempat santai. Salah sedikit, bisa langsung jadi sorotan.

Kariernya terus naik. Tiga kali jadi Kasat Reskrim. Lalu dipercaya memimpin Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya.

Di titik itu, namanya mulai dikenal luas di internal Korps Bhayangkara.

Tapi yang bikin namanya makin sering dibahas justru saat memimpin Polda Banten pada 2024.

Saat banyak pejabat sibuk bicara keamanan, Suyudi malah bikin program buat pengangguran.

Namanya β€œPoliran” β€” Polisi Peduli Pengangguran.

Program ini tidak biasa.

Korban PHK, pengangguran usia produktif, sampai mantan narapidana diajak ikut pelatihan kerja. Ada yang diarahkan ke sektor pertanian, perikanan, industri sampai pengelolaan limbah.

Bahasanya sederhana: polisi bukan cuma datang saat ada kejahatan, tapi juga saat masyarakat kehilangan pekerjaan.

Program itu sempat bikin banyak orang kaget. Karena jarang ada pendekatan seperti itu dari institusi kepolisian.

Di sisi lain, gaya Suyudi juga dikenal tidak banyak bicara. Tetapi tegas saat menangani kasus.

Salah satu yang sempat menyita perhatian yakni pengungkapan kasus dugaan pemerasan terhadap PT Chandra Asri Alkali yang menyeret nama petinggi Kadin Cilegon.

Selanjutnya…………..

Sekarang, setelah duduk sebagai Kepala Badan Narkotika Nasional, namanya makin sering masuk dalam obrolan bursa calon Kapolri.

Apalagi masa kepemimpinan Listyo Sigit Prabowo perlahan mendekati akhir.

Walau secara aturan masih menjabat hingga masa pensiun 2027, isu pergantian pimpinan Polri sudah mulai bergerak lebih cepat.

Di internal kepolisian, bursa calon Kapolri memang selalu menarik.

Kadang yang paling sering muncul di publik justru bukan yang akhirnya dipilih Presiden.

Tetapi satu hal yang mulai terlihat sekarang: nama Suyudi Ario Seto sudah masuk dalam daftar yang serius diperhitungkan. (*)

Pemimpin Redaksi
Edy Basri adalah Pemimpin Redaksi Katasulsel.com. Lulus Ujian Kompetensi Wartawan (UKW) Dewan Pers sejak 2018 (Wartawan Utama). Sebelumnya sebagai jurnalis di Koran Harian Fajar.

Update terbaru: 15 Mei 2026 14:41 WIB