JAKARTA, Katasulsel.com – Di tengah persaingan bisnis minuman yang semakin padat, Bos Afit memilih satu jurus yang tampak sederhana tapi justru sering menentukan: pelayanan yang ramah.

Usaha minuman Estehsoloh miliknya kini mulai dikenal lebih luas, bukan semata karena produk es tehnya, tetapi karena pengalaman yang dirasakan pelanggan saat datang langsung ke gerai.

“Pelayanan kami utamakan ramah, sopan, dan cepat tanggap. Biar pelanggan nyaman dan balik lagi,” ujar Bos Afit di gerainya kawasan Pinangranti, Jakarta Timur, Sabtu (25/4/2025).

Di level permukaan, pernyataan itu terdengar seperti standar bisnis pada umumnya. Namun di lapangan, pendekatan ini justru menjadi pembeda. Di saat banyak usaha sejenis berlomba pada harga dan promo, Estehsoloh mencoba mengunci loyalitas lewat interaksi langsung antara karyawan dan pelanggan.

Pelanggan disebut merasakan hal yang sama: disambut senyum, dilayani tanpa lama menunggu, dan suasana yang dibuat sehangat mungkin. Dalam bisnis minuman cepat saji, detail kecil seperti ini sering kali menjadi faktor yang menentukan apakah konsumen kembali atau berpindah ke tempat lain.

Secara strategi, pola yang dibangun Bos Afit menunjukkan arah yang cukup jelas: membangun brand berbasis pengalaman, bukan sekadar produk. Dalam industri F&B, pendekatan ini bukan hal baru, tetapi tetap efektif—terutama untuk segmen pasar yang mengandalkan kedekatan dan kebiasaan konsumsi harian.

Di sisi lain, tantangan juga menanti. Pertumbuhan usaha yang ingin membuka lebih banyak cabang biasanya berhadapan dengan satu persoalan klasik: konsistensi. Ramah di satu outlet belum tentu sama di cabang lain jika sistem tidak dibangun kuat sejak awal.

Bos Afit sendiri berharap ekspansi bisa dilakukan tanpa mengorbankan dua hal utama yang ia sebut sebagai identitas Estehsoloh: rasa dan pelayanan.

Di tengah gempuran bisnis minuman yang makin kreatif dan agresif, Estehsoloh tampaknya memilih jalan yang lebih “low profile” tapi stabil—mengandalkan hal paling sederhana dalam bisnis, yang sering justru paling sulit dijaga: memperlakukan pelanggan dengan baik.(*)

Mengawal akurasi dan kedalaman berita