Mereka menang meyakinkan 3-0 lewat gol Asir Azis, Komang Tri, dan Kahar Kalu. Penjaga gawang Hilmansyah juga tampil gemilang dengan menggagalkan sejumlah peluang lawan sehingga Amanah lolos tanpa kebobolan.

Kepercayaan diri Amanah RD99 semakin meningkat setelah sukses melewati hadangan Kakha FC pada semifinal. Kemenangan tersebut membawa mereka bertemu Kilau 99 dalam partai yang dinilai sebagai final ideal.

Final ini diprediksi berlangsung sengit. Kilau 99 dikenal dengan permainan cepat dari kedua sisi lapangan, kreativitas lini tengah, dan ketajaman lini depan.

Sebaliknya, Amanah RD99 memiliki pertahanan yang disiplin, transisi cepat, serta efektivitas tinggi dalam memanfaatkan peluang.

Selain adu strategi dua pelatih, pertandingan juga menjadi panggung unjuk kualitas para pemain Liga Indonesia dan pemain profesional yang memperkuat kedua kesebelasan.

Setiap lini dipenuhi nama-nama yang memiliki pengalaman bertanding di level tinggi sehingga kualitas pertandingan dipastikan berada di atas rata-rata turnamen lokal.

Sidrap Cup 2026 sendiri diikuti 24 klub dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan dan Sulawesi Barat.

Sejak dibuka awal Juni lalu, turnamen ini selalu menyedot perhatian masyarakat dengan ribuan penonton memenuhi Stadion Ganggawa pada setiap pertandingan.

Kini, semua perjalanan bermuara pada satu laga. Sabtu sore nanti, Stadion Ganggawa akan menjadi saksi lahirnya juara baru.

Akankah Kilau 99 menyempurnakan dominasinya sepanjang turnamen, atau justru Amanah RD99 yang menutup perjalanan gemilang mereka dengan mengangkat trofi juara?

Jawabannya akan tersaji dalam pertandingan yang diyakini menjadi laga paling bergengsi dan paling dinanti pecinta sepak bola di Sidrap tahun ini. (*)