Titin Mutmainnah
Sidrap, katasulsel.com β Padang Tobelo selama ini dikenal sebagai salah satu lanskap alam yang menyimpan pesona berbeda di Desa Corawali, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidrap. Hamparan padang luas yang berpadu dengan panorama perbukitan menjadikannya destinasi yang mulai dilirik wisatawan lokal.
Namun, satu hal yang selama ini belum banyak ditemukan di kawasan tersebut adalah informasi yang memadai bagi pengunjung.
Kondisi itu mendorong mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Hasanuddin Gelombang 116 untuk mengambil langkah sederhana namun strategis. Mereka memasang papan informasi wisata di kawasan Padang Tobelo, Jumat, 7 Agustus 2026.
Program tersebut merupakan kolaborasi antara KKN Profesi Kesehatan dan KKN Tematik Inovasi Desa Universitas Hasanuddin sebagai bagian dari upaya mendukung pengembangan wisata Desa Corawali.
Bagi sebagian orang, papan informasi mungkin terlihat sebagai fasilitas biasa. Namun bagi sebuah destinasi yang sedang tumbuh, keberadaannya menjadi pintu pertama bagi wisatawan untuk mengenal lokasi yang mereka kunjungi.
Papan yang dipasang memuat beragam informasi penting, mulai dari gambaran umum Padang Tobelo, potensi yang dimiliki kawasan tersebut, hingga berbagai imbauan keselamatan, anjuran, dan larangan yang perlu diperhatikan pengunjung.
Dengan adanya informasi tersebut, wisatawan diharapkan tidak hanya datang untuk menikmati pemandangan, tetapi juga memahami karakter kawasan yang mereka kunjungi serta menjaga lingkungan selama berada di lokasi.
Program ini turut mendapat dukungan dari Komunitas Pajokka CBF Desa Corawali yang ikut membantu proses pemasangan papan informasi.
Ketua Pajokka CBF, Yasin, menilai fasilitas tersebut akan membantu wisatawan memperoleh informasi dasar mengenai kawasan wisata sekaligus meningkatkan kesadaran terhadap aspek keselamatan.
βPapan informasi ini sangat membantu pengunjung untuk mengetahui apa saja yang ada di Padang Tobelo serta hal-hal yang perlu diperhatikan agar wisatawan dapat berwisata dengan aman dan nyaman,β ujarnya.
Koordinator Desa KKN Profesi Kesehatan Universitas Hasanuddin di Desa Corawali, Muhammad Arham Zulhabar, mengatakan program tersebut merupakan salah satu program besar yang dirancang bersama mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa.
Menurutnya, keberadaan papan informasi diharapkan menjadi sarana edukasi sekaligus pengingat bagi setiap pengunjung agar tetap menjaga keamanan dan kenyamanan selama berada di Padang Tobelo.
Lebih jauh, Arham berharap program sederhana tersebut dapat menjadi langkah awal bagi pemerintah desa dalam membangun sistem pengelolaan wisata yang lebih baik.
Harapan serupa disampaikan Koordinator Desa KKN Tematik Inovasi Desa, Afrizal. Ia menilai Padang Tobelo memiliki potensi yang dapat dikembangkan secara berkelanjutan apabila mendapat dukungan pengelolaan yang terarah.
βPapan informasi ini menjadi langkah awal untuk memperkenalkan potensi Padang Tobelo sekaligus mendorong pengelolaannya secara lebih baik ke depan,β katanya.
Menurut Afrizal, pengembangan wisata yang dilakukan secara konsisten berpeluang memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa, termasuk menjadi salah satu sumber pendapatan desa di masa mendatang.
Dukungan juga datang dari Pemerintah Desa Corawali. Sekretaris Desa Corawali mengapresiasi inisiatif mahasiswa KKN yang menghadirkan fasilitas informasi bagi wisatawan.
Ia menilai keberadaan papan informasi dapat membantu memberikan edukasi kepada pengunjung mengenai kondisi kawasan wisata serta berbagai hal yang perlu diperhatikan selama berada di Padang Tobelo.
Lebih dari sekadar penunjuk arah atau papan imbauan, program ini juga mengusung pendekatan promosi kesehatan dan keselamatan wisata. Informasi mengenai potensi risiko di kawasan wisata diharapkan mampu meningkatkan kesadaran pengunjung terhadap keselamatan diri maupun lingkungan sekitar.
Mahasiswa KKN berharap fasilitas tersebut dapat menjadi media edukasi jangka panjang yang terus dimanfaatkan oleh masyarakat dan wisatawan.
Kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan komunitas lokal ini menunjukkan bahwa pengembangan destinasi wisata tidak selalu harus dimulai dengan proyek besar bernilai miliaran rupiah.
Kadang, perubahan dimulai dari hal sederhana: sebuah papan informasi yang membuat pengunjung lebih mengenal tempat yang mereka datangi.
Dan bagi Padang Tobelo, papan itu bisa menjadi penanda bahwa destinasi alam di Desa Corawali mulai ditata untuk masa depan yang lebih terarah. (*)
Artikel ini termasuk dalam kategori Berita Sidrap Hari Ini .
