Sidrap, katasulsel.com — Kalau ada lomba jalan paling “jujur” di Indonesia, mungkin ruas poros yang menghubungkan Kabupaten Sidenreng Rappang (Sidrap) dan Kabupaten Soppeng ini bisa masuk nominasi tanpa perlu seleksi panjang.

Tepatnya di jalur Kota Pangkajene hingga Desa Allakuang, kondisi jalan saat ini lebih mirip “lintasan slalom gratis” daripada jalan penghubung antarwilayah.

Lubang di mana-mana. Bukan satu dua, tapi seperti tersebar merata tanpa diskriminasi.

Pengendara motor harus punya kemampuan ekstra: pandangan tajam, refleks cepat, dan keberuntungan tingkat tinggi.

Salah sedikit, roda masuk lubang, badan ikut terpental. Kalau sudah begitu, bukan lagi perjalanan, tapi lebih seperti “latihan jatuh bangun”.

Camat Paling Merakyat Versi Pembaca

Polling ini partisipatif, bukan survei ilmiah. Indikator : Sisi kedekatan dengan warga, respons terhadap masalah, hingga dukungan pada aktivitas sosial dan ekonomi lokal.

Polling ini partisipasi pembaca, bukan survei ilmiah.

1 perangkat/IP = 1 suara

Memuat 3 besar...

Begitu pun untuk pengendara mobil, juga sebaiknya jalan pelan-pelan saja. Jika tidak, bunyi “duk-duk” dari kolong mobil pasti terdengar jika masuk lubang

Sekadar diketahui, jalan ini adalah jalan provinsi.

Artinya, statusnya berada di bawah tanggung jawab Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan (Sulsel).

Jalan ini juga menjadi penghubung vital dua daerah yang cukup padat aktivitas, Sidrap dan Soppeng.

Sayangnya, kondisi di lapangan, yang terasa bukan “jalur penghubung”, melainkan “jalur penuh ekstrem”. Jadi ada baiknya berdoa dulu sebelum melintas.

Warga setempat sudah mulai terbiasa, meski bukan berarti nyaman.

Ada yang menyebutnya “jalan tes kesabaran”, ada juga yang lebih kreatif: “jalan latihan refleks nasional”.

Bahkan sebagian pengendara sudah hafal titik-titik yang harus dihindari, seperti hafal rintangan dalam permainan.

Keluhan pun bukan barang baru.

Namun yang baru adalah tingkat kelelahan warga yang makin terasa.

………………

“Kalau lewat sini harus fokus terus, tidak bisa lengah sedikit pun,” ujar Ridwan, salah satu pengendara.

Bicara soal jalan jelek itu (maaf), tentu nama Andi Sudirman Sulaiman (Gubernur Sulsel) akan ikut disebut. Jadi, ini harus jadi perhatian gubernur.

Harapan warga sebenarnya tidak muluk-muluk. Mereka tidak minta jalan tol. Cukup jalan yang bisa dilalui dengan nyaman dan aman. (*)

Editor
Mengawal akurasi dan kedalaman berita