PALANGKARAYA, katasulsel.com — Hujan turun pagi itu.
Tapi semangat di SD SMP IT Alqonita Palangkaraya justru makin panas.
Peringatan Hari Kartini tahun ini bukan sekadar formalitas.
Tapi berubah jadi panggung kecil penuh warna.
Sejak pagi, siswa sudah siap.
Mereka datang dengan busana adat Nusantara.
Lengkap.
Rapi.
Dan penuh percaya diri.
Yang bikin menarik, hujan deras yang turun tidak membuat mereka mundur.
Justru jadi cerita tersendiri.
Di tengah cuaca yang kurang bersahabat, mereka tetap tampil di lomba fashion show dari kelas 1 sampai 9.
Ada yang berjalan bak model.
Ada yang tersenyum malu-malu.
Tapi semuanya satu suara:
Hari ini mereka Kartini kecil.
Acara ini dibuka oleh Pengawas Pembina Dinas Pendidikan Kota Palangkaraya, Ibrahim, S.Pd.
Pesannya sederhana tapi penting:
Belajar tidak harus di dalam kelas saja.
Bisa dari panggung, dari lingkungan, bahkan dari keberanian tampil.
Kepala sekolah Siti Romlah, Lv., M.Pd, menegaskan bahwa Kartini bukan hanya diperingati sebagai seremonial.
Tapi sebagai nilai.
“Semangat Kartini harus hidup dalam diri anak-anak, terutama soal kreativitas dan keberanian,” ujarnya.
Dan memang, itu terlihat nyata di lapangan.
Siswa tidak hanya tampil.
Tapi juga berkreasi.
Ada pentas seni.
Ada pameran karya.
Semua jadi satu paket ekspresi anak-anak.
Salah satu siswi, Ginaya, mengaku sangat senang.
Bukan cuma karena ikut lomba.
Tapi karena pertama kali merasa percaya diri di depan banyak orang.
“Senang sekali, jadi lebih berani tampil,” katanya.
Dari sini terlihat satu hal:
Sekolah bukan hanya tempat belajar angka dan huruf.
Tapi juga tempat membentuk karakter.
Keberanian.
Dan rasa percaya diri.
Dan Hari Kartini di Alqonita tahun ini membuktikan satu hal sederhana:
Kadang, hujan bukan penghalang.
Tapi justru bagian dari cerita yang membuat momen jadi lebih berkesan. (*)
